Qurban Jadi Pelipur Rindu Baitullah yang Tertunda
Senin, 27 Juli 2020 - 13:44 WIB
Semua manusia sama di mata Allah pencipta semesta. Tidak dibedakan kedudukan, harta, ras, warna kulit, bangsa menyerukan seruan yang sama, yaitu labbaikallahhummalabbaik yang artinya aku memenuhi panggilan-Mu. Karena memang, islam tidak memberikan kekhususan dalam menjalankan syariat islam, kecuali mereka yang memiliki udzur yang syar’i.
Tawaf di Mekkah, Sa’i dari Bukit Safake Bukit Marwa, wukuf di Padang Arafah, lempar jumroh, dan beragam rangkaian ibadah haji sudah terngiang-ngiang di pikiran para calon jemaah haji yang akan berangkat menjadi tamu Allah di tahun 2020.
Namun, rindu menjadi tamu terpaksa harus ditahan. Keberangkatan rombongan haji dari Indonesia terpaksa tidak diberangkatkan pada tahun ini akibat pandemi Covid-19.
Penantian puluhan tahun untuk bertamu ke Baitullah harus diperpanjang. Meski demikian, niat ibadah haji insyaAllah sudah tercatat sebagai amal ibadah.
Tertundanya haji tahun ini bukan berarti melemahkan semangat beramal soleh bagi setiap muslim sedunia. Niat berhaji tentunya didasari pada ketauhidan dan ketakwaan yang kuat, yaitu beribadah semata-mata hanya untuk Allah. Di momen bulan Dzulhijahini, berhaji dan berkurbanjadiibadah yang mulia di mata Allah.
Inilah kesempatan untuk tetap membuktikan cinta kepada Allah SubhannallahuwaTa’ala dengan kurban terbaik kita sekaligus pelipur rindu baitullah yang tertunda. Jangan sia-siakan kesempatan berkurban yang merupakan puncak ibadah di bulan Djulhijjah.
Tawaf di Mekkah, Sa’i dari Bukit Safake Bukit Marwa, wukuf di Padang Arafah, lempar jumroh, dan beragam rangkaian ibadah haji sudah terngiang-ngiang di pikiran para calon jemaah haji yang akan berangkat menjadi tamu Allah di tahun 2020.
Namun, rindu menjadi tamu terpaksa harus ditahan. Keberangkatan rombongan haji dari Indonesia terpaksa tidak diberangkatkan pada tahun ini akibat pandemi Covid-19.
Penantian puluhan tahun untuk bertamu ke Baitullah harus diperpanjang. Meski demikian, niat ibadah haji insyaAllah sudah tercatat sebagai amal ibadah.
Tertundanya haji tahun ini bukan berarti melemahkan semangat beramal soleh bagi setiap muslim sedunia. Niat berhaji tentunya didasari pada ketauhidan dan ketakwaan yang kuat, yaitu beribadah semata-mata hanya untuk Allah. Di momen bulan Dzulhijahini, berhaji dan berkurbanjadiibadah yang mulia di mata Allah.
Inilah kesempatan untuk tetap membuktikan cinta kepada Allah SubhannallahuwaTa’ala dengan kurban terbaik kita sekaligus pelipur rindu baitullah yang tertunda. Jangan sia-siakan kesempatan berkurban yang merupakan puncak ibadah di bulan Djulhijjah.
Lihat Juga :