Komandan Jenderal Akademi TNI Sejak dari Validasi Organisasi, Nomor 2 Meleset Jadi KSAL
Minggu, 25 Juni 2023 - 04:37 WIB
Pria kelahiran Dabo, Singkep, Lingga, Kepulauan Riau 22 Juli 1965 merupakan lulusan Akademi TNI AL tahun 1987. Dia mengawali karier militernya dengan menjabat sebagai Papit di KRI Ahmad Yani-351 pada tahun 1989.
Setelah lima tahun menjabat, Aan Kurnia lantas malang melintang sebagai perwira di berbagai KRI. Seperti Ps Padiv SBA di KRI Slamet Riyadi hingga Palaksa KRI Hasan Basri pada (1995). Lalu, pernah juga menjabat sebagai Paban Ops Sops Guspurla pada (1997).
Dia juga sempat menjabat sebagai Komandan di tiga KRI yang berbeda yakni Komandan KRI Tjiptadi pada (1999), Komandan KRI Teluk Semangka (2003), dan Komandan KRI Fatahillah (2004).
Seiring berjalannya waktu, jabatan maupun pangkatnya terus naik. Hingga pada tahun 2012, Aan Kurnia berhasil mencapai pangkat Bintang Satu atau Laksamana Pertama ketika diangkat sebagai Komandan Lantamal IX Ambon.
Dua tahun berselang, pangkat Laksamana Muda tersemat pada pundaknya ketika Aan sedang menjabat sebagai Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) tahun 2015. Setahun setelahnya, Laksda Aan Kurnia ditugaskan menjadi Panglima Komando Armada Wilayah Barat (Pangarmabar) pada 2016.
Pada 2018, Aan Kurnia diangkat menjadi Asops Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Di tahun yang sama dia kembali mengalami kenaikan pangkat menjadi Laksamana Madya.
Kariernya semakin mentereng ketika ditunjuk menjadi Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) menggantikan Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman yang memasuki masa pensiun pada 12 Februari 2020. Saat ini, Aan Kurnia masih aktif menjadi Kepala Bakamla.
Lahir di Semarang pada 6 November 1965, jenderal Marinir bintang 3 ini memiliki riwayat karier yang terbilang moncer. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah jabatan strategis yang pernah disandangnya.
Mulai dari Danbrigif 3/Marinir (2011-2013), Dankorsis Seskoal (2013), Sahli Pangkoarmabar (2013), Danmen AAL (2013-2014), dan Wadanpaspampres (2014-2016). Kariernya semakin bersinar ketika ditunjuk menjadi Komandan Paspampres (2016-2017), Komandan Korps Marinir (2017-2018), Aspotmar KSAL (2018-2020), hingga Danjen Akademi TNI (2020).
Barulah pada 21 Oktober 2020, Bambang Suswantono ditunjuk sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) TNI menggantikan Letjen TNI Muhammad Herindra. Bambang Suswantono tercatat masih aktif menjadi Irjen TNI hingga sekarang.
Tamsil Gustari Malik merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1987. Sepanjang karier militernya, pria kelahiran Pare-pare Sulwesi Selatan 31 Mei 1963 ini pernah menduduki sejumlah posisi strategis.
Mulai dari Danlanud Sultan Hasanuddin (2014-2015), Panglima Kosekhanudnas IV (2015-2017), Kaskohanudnas (2017), Kadisopslatau (2017-2018), Pangkoopsau III (2018-2019), Aspam KSAU (2019-2020), dan Asintel KSAU (2020).
Puncak kariernya ketika ditunjuk menjadi Danjen Akademi TNI. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/435/V/2021 tanggal 25 Mei 2021, Tamsil Gustari Malik menjadi Pati Mabes TNI AU dalam rangka pensiun.
Andyawan Martono merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1989. Dia mengawali karier militernya sebagai penerbang pesawat tempur F-16 Fighting Falcon di Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi, Jawa Timur sejak berpangkat Letda hingga Kolonel.
Setelah lima tahun menjabat, Aan Kurnia lantas malang melintang sebagai perwira di berbagai KRI. Seperti Ps Padiv SBA di KRI Slamet Riyadi hingga Palaksa KRI Hasan Basri pada (1995). Lalu, pernah juga menjabat sebagai Paban Ops Sops Guspurla pada (1997).
Dia juga sempat menjabat sebagai Komandan di tiga KRI yang berbeda yakni Komandan KRI Tjiptadi pada (1999), Komandan KRI Teluk Semangka (2003), dan Komandan KRI Fatahillah (2004).
Seiring berjalannya waktu, jabatan maupun pangkatnya terus naik. Hingga pada tahun 2012, Aan Kurnia berhasil mencapai pangkat Bintang Satu atau Laksamana Pertama ketika diangkat sebagai Komandan Lantamal IX Ambon.
Dua tahun berselang, pangkat Laksamana Muda tersemat pada pundaknya ketika Aan sedang menjabat sebagai Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) tahun 2015. Setahun setelahnya, Laksda Aan Kurnia ditugaskan menjadi Panglima Komando Armada Wilayah Barat (Pangarmabar) pada 2016.
Pada 2018, Aan Kurnia diangkat menjadi Asops Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Di tahun yang sama dia kembali mengalami kenaikan pangkat menjadi Laksamana Madya.
Kariernya semakin mentereng ketika ditunjuk menjadi Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) menggantikan Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman yang memasuki masa pensiun pada 12 Februari 2020. Saat ini, Aan Kurnia masih aktif menjadi Kepala Bakamla.
4. Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono
Bambang Suswantono menjabat Danjen Akademi TNI dengan masa jabatan 31 Januari 2020 hingga 21 Oktober 2020. Dia merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXII/tahun 1987.Lahir di Semarang pada 6 November 1965, jenderal Marinir bintang 3 ini memiliki riwayat karier yang terbilang moncer. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah jabatan strategis yang pernah disandangnya.
Mulai dari Danbrigif 3/Marinir (2011-2013), Dankorsis Seskoal (2013), Sahli Pangkoarmabar (2013), Danmen AAL (2013-2014), dan Wadanpaspampres (2014-2016). Kariernya semakin bersinar ketika ditunjuk menjadi Komandan Paspampres (2016-2017), Komandan Korps Marinir (2017-2018), Aspotmar KSAL (2018-2020), hingga Danjen Akademi TNI (2020).
Barulah pada 21 Oktober 2020, Bambang Suswantono ditunjuk sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) TNI menggantikan Letjen TNI Muhammad Herindra. Bambang Suswantono tercatat masih aktif menjadi Irjen TNI hingga sekarang.
5. Marsdya TNI Tamsil Gustari Malik
Tamsil Gustari Malik adalah Danjen Akademi TNI pertama dari kesatuan Angkatan Udara sejak validasi organisasi. Dia menjabat Danjen Akademi TNI dari 21 Oktober 2020 hingga 25 Mei 2021 menggantikan Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono.Tamsil Gustari Malik merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1987. Sepanjang karier militernya, pria kelahiran Pare-pare Sulwesi Selatan 31 Mei 1963 ini pernah menduduki sejumlah posisi strategis.
Mulai dari Danlanud Sultan Hasanuddin (2014-2015), Panglima Kosekhanudnas IV (2015-2017), Kaskohanudnas (2017), Kadisopslatau (2017-2018), Pangkoopsau III (2018-2019), Aspam KSAU (2019-2020), dan Asintel KSAU (2020).
Puncak kariernya ketika ditunjuk menjadi Danjen Akademi TNI. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/435/V/2021 tanggal 25 Mei 2021, Tamsil Gustari Malik menjadi Pati Mabes TNI AU dalam rangka pensiun.
6. Marsdya TNI Andyawan Martono Putra
Andyawan Martono Putra ditunjuk menjadi Danjen Akademi TNI menggantikan seniornya Marsdya TNI Tamsil Gustari Malik yang memasuki pensiun. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 30 April 1967 menjabat Danjen Akademi TNI periode 25 Mei 2021 hingga 21 Januari 2022.Andyawan Martono merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1989. Dia mengawali karier militernya sebagai penerbang pesawat tempur F-16 Fighting Falcon di Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi, Jawa Timur sejak berpangkat Letda hingga Kolonel.
Lihat Juga :