Marak Korban TPPO Pulang Tak Bernyawa, Wapres: PMI Ilegal Sulit Dimonitor
Selasa, 13 Juni 2023 - 15:24 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan Pemerintah Indonesia saat ini terus melakukan pencegahan pemberangkatan PMI ilegal ke luar negeri. Foto/MPI
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan Pemerintah Indonesia saat ini terus melakukan pencegahan pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke luar negeri. Mengingat, saat ini marak korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pemberangkatan PMI.
Bahkan, menurut data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), 2 jenazah PMI dikembalikan ke Tanah Air setiap harinya dalam tiga tahun terakhir.
Baca juga: Rumah Pamen Polda Lampung Tampung Korban TPPO, Propam Polri Turun Tangan
“Kemarin ini kan kita mendapatkan informasi banyak ada perdagangan manusia TPPO, banyak yang di Kamboja, ada di Myanmar, itu karena proses pemberangkatan yang ilegal, dan sekarang di Indonesia memang sedang dilakukan penertiban. Jangan sampai ada tenaga kerja yang berangkat PMI, Pekerja Migran Indonesia dari Indonesia yang seperti itu,” ujar Wapres saat melakukan dialog dengan Diaspora Indonesia di Tashkent, Uzbekistan, Selasa (13/6/2023).
Wapres pun mengakui bahwa PMI ilegal akan sulit dimonitor oleh pemerintah. Sehingga, pencegahan secara dini terus dilakukan sehingga tidak ada PMI ilegal yang menjadi korban TPPO.
“Sebab nanti akan mengalami kesulitan, dan banyak, kemarin banyak, kemudian ada yang pulangnya dalam keadaan sudah tidak bernyawa, ada. Oleh karena itu kita di Indonesia sedang melakukan upaya-upaya pencegahan pemberangkatan PMI ke luar negeri ilegal, karena yang ilegal itu sulit dimonitor,” paparnya.
Bahkan, menurut data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), 2 jenazah PMI dikembalikan ke Tanah Air setiap harinya dalam tiga tahun terakhir.
Baca juga: Rumah Pamen Polda Lampung Tampung Korban TPPO, Propam Polri Turun Tangan
“Kemarin ini kan kita mendapatkan informasi banyak ada perdagangan manusia TPPO, banyak yang di Kamboja, ada di Myanmar, itu karena proses pemberangkatan yang ilegal, dan sekarang di Indonesia memang sedang dilakukan penertiban. Jangan sampai ada tenaga kerja yang berangkat PMI, Pekerja Migran Indonesia dari Indonesia yang seperti itu,” ujar Wapres saat melakukan dialog dengan Diaspora Indonesia di Tashkent, Uzbekistan, Selasa (13/6/2023).
Wapres pun mengakui bahwa PMI ilegal akan sulit dimonitor oleh pemerintah. Sehingga, pencegahan secara dini terus dilakukan sehingga tidak ada PMI ilegal yang menjadi korban TPPO.
“Sebab nanti akan mengalami kesulitan, dan banyak, kemarin banyak, kemudian ada yang pulangnya dalam keadaan sudah tidak bernyawa, ada. Oleh karena itu kita di Indonesia sedang melakukan upaya-upaya pencegahan pemberangkatan PMI ke luar negeri ilegal, karena yang ilegal itu sulit dimonitor,” paparnya.
Lihat Juga :