Sejarah Hari Buruh Internasional, dari Tagedi Amerika Serikat hingga Menjadi Libur Nasional di Indonesia
Senin, 01 Mei 2023 - 17:04 WIB
Beberapa wilayah di Amerika Serikat seperti di Chicago, Boston, dan New York kala itu mulai melakukan aksi mogok kerja.
Sampai pada puncaknya tanggal 3 Mei 1886 di Chicago, aksi demonstrasi yang mereka lakukan berujung bentrok dengan para petugas keamanan. Peristiwa ini dikenal dengan nama Tragedi Haymarket.
Tragedi tersebut menewaskan tujuh petugas keamanan dan empat demonstran. Tidak sampai disitu, para aktivis yang disinyalir menyuarakan hak-hak pekerja juga mulai ditangkap dan dipenjara.
Untuk menghormati para pekerja Chicago, Konferensi Sosialis Internasional pada tahun 1889 menyebut May Day sebagai hari libur buruh, melahirkan apa yang sekarang disebut oleh banyak negara sebagai Hari Buruh Internasional, terutama di beberapa negara Komunis.
Karena sikap Amerika yang anti Komunis ketika Perang Dingin berlangsung, membuat AS dan Kanada merayakan Hari Buruh pada hari Senin pertama di bulan September.
Baca juga: Peringatan Hari Buruh, Maju Terus Pekerja Indonesia
Sampai pada puncaknya tanggal 3 Mei 1886 di Chicago, aksi demonstrasi yang mereka lakukan berujung bentrok dengan para petugas keamanan. Peristiwa ini dikenal dengan nama Tragedi Haymarket.
Tragedi tersebut menewaskan tujuh petugas keamanan dan empat demonstran. Tidak sampai disitu, para aktivis yang disinyalir menyuarakan hak-hak pekerja juga mulai ditangkap dan dipenjara.
Untuk menghormati para pekerja Chicago, Konferensi Sosialis Internasional pada tahun 1889 menyebut May Day sebagai hari libur buruh, melahirkan apa yang sekarang disebut oleh banyak negara sebagai Hari Buruh Internasional, terutama di beberapa negara Komunis.
Karena sikap Amerika yang anti Komunis ketika Perang Dingin berlangsung, membuat AS dan Kanada merayakan Hari Buruh pada hari Senin pertama di bulan September.
Baca juga: Peringatan Hari Buruh, Maju Terus Pekerja Indonesia
Lihat Juga :