Lepas Tenaga Kesehatan ke Jerman, BP2MI Minta Pemerintah Perbanyak Skema G to G
Selasa, 18 April 2023 - 17:59 WIB
“Kita hanya mengusulkan. Tapi kewenangan di Kemnaker. Saat ini skema G to G hanya tiga negara. Sedangkan, P to P sebanyak 75 negara. Justru memberikan keleluasaan kepada perusahaan. Harusnya jika ditempatkan pemerintah itu lebih aman. Kita sedang usulkan 18 negara penempatan G to G," jelasnya.
Benny menjelaskan mengapa BP2MI kerap melakukan glorifikasi terhadap keberangkatan para CPMI. Menurutnya, ini adalah penghormatan kepada duta bangsa yang selama ini diabaikan. Bahkan banyak pejabat yang memandang para PMI sebelah mata dan memandang rendah.
“Bahkan, saat PMI tiba di bandara jadi objek pemerasan. Disiapkan kendaraan diantar paksa pulang dengan tarif tinggi. Kemudian juga dipaksa menukarkan mata uang asing tak sesuai nilainya. Ini menyedihkan. Lebih parahnya lagi kejahatan ini dibekingi oknum yang beratribut kekuasaan,” kata Benny.
Benny berpesan kepada para CPMI untuk menjaga perilaku di negara penempatan nanti. “Semoga keberangkatan malam ini lancar. Tiba dengan aelamat tampa kendala apa pun dan selama bekerja dapat menunjukan kelakuan baik penuh disliplin dan sopan santun, itulah perilaku yang membanggakan bangsa Indonesia,” ucapnya
Krista,25, CPMI asal solo menyampaikan kegembiraannya saat dinyatakan lulus tes dan berangkat kerja ke Jerman. “Sampai deg-degan saat sebelum pengumuman. Karena Saya dan keluarga sangat berharap. Semoga saya bisa menerapkan ilmu yang saya pelajari dan dapat menolong orang lain.” Kata Krista, yang pernah belajar di Stikes Panti Kosala, Surakarta ini.
Benny menjelaskan mengapa BP2MI kerap melakukan glorifikasi terhadap keberangkatan para CPMI. Menurutnya, ini adalah penghormatan kepada duta bangsa yang selama ini diabaikan. Bahkan banyak pejabat yang memandang para PMI sebelah mata dan memandang rendah.
“Bahkan, saat PMI tiba di bandara jadi objek pemerasan. Disiapkan kendaraan diantar paksa pulang dengan tarif tinggi. Kemudian juga dipaksa menukarkan mata uang asing tak sesuai nilainya. Ini menyedihkan. Lebih parahnya lagi kejahatan ini dibekingi oknum yang beratribut kekuasaan,” kata Benny.
Benny berpesan kepada para CPMI untuk menjaga perilaku di negara penempatan nanti. “Semoga keberangkatan malam ini lancar. Tiba dengan aelamat tampa kendala apa pun dan selama bekerja dapat menunjukan kelakuan baik penuh disliplin dan sopan santun, itulah perilaku yang membanggakan bangsa Indonesia,” ucapnya
Krista,25, CPMI asal solo menyampaikan kegembiraannya saat dinyatakan lulus tes dan berangkat kerja ke Jerman. “Sampai deg-degan saat sebelum pengumuman. Karena Saya dan keluarga sangat berharap. Semoga saya bisa menerapkan ilmu yang saya pelajari dan dapat menolong orang lain.” Kata Krista, yang pernah belajar di Stikes Panti Kosala, Surakarta ini.
(cip)
Lihat Juga :