Diversifikasi Pangan Lokal Solusi Pengentasan Stunting

Minggu, 19 Juli 2020 - 21:53 WIB
Menurutnya, pada 2019 berdasarkan data terdapat 27,6% anak Indonesia mengalami stunting dengan catatan beberapa daerah dengan kondisi tinggi. "100 kabupaten butuh intervensi pangan untuk tingkatkan gizi anak di bawah 2 tahun dan agar 1000 hari kehidupan anak terjaga," sambung Rerie.

Dia menyampaikan dari hasil penelitian Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, terdapat banyak pangan lokal yang memiliki gizi luar biasa.Beberapa pangan lokal tersebut antara lain singkong, ubi jalar dan daun kelor yang dikatakan sangat mudah ditanam, didapatkan dan bukan menjadi tumbuhan yang asing.

"Singkong bisa ditemukan dimana-mana dan sangat mudah ditanam dan bukan aneh. Ubi jalar juga punya banyak vitamin yang dibututhkan dan ini bukan aneh dan sangat mudah didapatkan oleh kita. Di Nusa Tenggara dan beberapa daerah lain, daun kelor juga bisa ditemukan di mana-mana dan apabila diproses bahan pangan bisa diubah jadi tepung, dan bisa jadi suplemen bagi ibu hamil. Masih ada lagi berbagai macam data mengenai bahan pangan lokal kita. Kuncinya bagaimana ini tersosialisasi baik kepada publik," paparnya. (Baca juga: Jokowi: Cadangan Strategis Pangan Diurus Menhan)

Atas hal tersebut, inovasi merupakan hal yang sangat penting untuk mengelola pangan lokal agar menjadi produk yang diterima dan menarik perhatian masyarakat sehingga mereka tidak ragu untuk mengonsumsi pangan lokal.

Selain itu, keterlibatan stakeholder juga dibutuhkan dalam program diversifikasi pangan sesuai dengan kearifan lokal dan memanfaatkan beberapa peluang untuk mengurangi prevalensi stunting secara holistik.

"Selain itu, literasi masyarakat tentang sumber pangan lokal tinggi gizi juga perlu ditingkatkan sehingga pemanfaatan pangan lokal lebih optimal. Petani harus didorong untuk menanam produk pangan lokal melalui mekanisme subsidi dan pemerintah kepada petani, dan menumbuhkan permintaan dengan sosialisasi yang baik," ujar Rerie.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!