BMKG Bantu Timor Leste dan Maladewa Perkuat Sistem Peringatan Dini Cuaca
Selasa, 07 Maret 2023 - 12:46 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menandatangani Letter of Agreement for the provision of SOFF peer advisors di sela pertemuan Sidang ke-76 Dewan Eksekutif WMO di Jenewa pada 28 Februari 2023. FOTO/BMKG
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) ditunjuk menjadi konsultan bagi Republik Timor Leste dan Republik Maladewa dalam upaya memperkuat sistem peringatan dini cuaca. BMKG akan memberikan pelatihan, workshop teknis, hingga pemasangan instalasi penunjang di dua negara tersebut.
Kerja sama penguatan sistem peringatan dini cuaca tersebut merupakan implementasi dari Perjanjian Payung dengan World Meteorological Organization (WMO). Indonesia menjadi salah satu Peer Advisor dalam program Systematic Observations Financing Facility (SOFF) yang diinisiasi oleh World Meteorological Organization (WMO) dalam rangka mendukung pelaksanaan program Global Basic Observing Network (GBON).
Penandatangani Letter of Agreement for the provision of Systematic Observations Financing Facility (SOFF) peer advisors telah dilakukan di sela pertemuan Sidang ke-76 Dewan Eksekutif WMO di Jenewa pada 28 Februari 2023. Selain Indonesia ada 13 negara lain yang juga menandatangani Perjanjian Payung dengan WMO sebagai Peer Advisor dalam program SOFF, yakni Australia, Austria, Denmark, Finlandia, Jerman, Islandia, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Norwegia, Afrika Selatan, Swiss, dan Inggris.
Baca juga: Musim Kemarau Datang Lebih Awal dan Kering, BMKG Sarankan Simpan Air
"Pendampingan yang dilakukan BMKG menjadi bukti besarnya komitmen Indonesia membantu negara-negara berkembang (developing, LDCs, SIDs countries) yang rawan terhadap bencana hidrometeorologi," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnavati dalam keterangan tertulis, Selasa (7/3/2023).
Dwikorita menegaskan, Indonesia berkomitmen berkontribusi kepada WMO dan negara-negara dengan turut serta membagikan pengalaman dan pengetahuan, khususnya dalam menjembatani gap pada GBON antara negara berkembang dan negara maju.
Kerja sama penguatan sistem peringatan dini cuaca tersebut merupakan implementasi dari Perjanjian Payung dengan World Meteorological Organization (WMO). Indonesia menjadi salah satu Peer Advisor dalam program Systematic Observations Financing Facility (SOFF) yang diinisiasi oleh World Meteorological Organization (WMO) dalam rangka mendukung pelaksanaan program Global Basic Observing Network (GBON).
Penandatangani Letter of Agreement for the provision of Systematic Observations Financing Facility (SOFF) peer advisors telah dilakukan di sela pertemuan Sidang ke-76 Dewan Eksekutif WMO di Jenewa pada 28 Februari 2023. Selain Indonesia ada 13 negara lain yang juga menandatangani Perjanjian Payung dengan WMO sebagai Peer Advisor dalam program SOFF, yakni Australia, Austria, Denmark, Finlandia, Jerman, Islandia, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Norwegia, Afrika Selatan, Swiss, dan Inggris.
Baca juga: Musim Kemarau Datang Lebih Awal dan Kering, BMKG Sarankan Simpan Air
"Pendampingan yang dilakukan BMKG menjadi bukti besarnya komitmen Indonesia membantu negara-negara berkembang (developing, LDCs, SIDs countries) yang rawan terhadap bencana hidrometeorologi," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnavati dalam keterangan tertulis, Selasa (7/3/2023).
Dwikorita menegaskan, Indonesia berkomitmen berkontribusi kepada WMO dan negara-negara dengan turut serta membagikan pengalaman dan pengetahuan, khususnya dalam menjembatani gap pada GBON antara negara berkembang dan negara maju.
Lihat Juga :