Kiai Sepuh Ingatkan Menjelang Pemilu Banyak Tamu, Minta NU Kompak

Jum'at, 17 Februari 2023 - 09:11 WIB
Mustasyar PBNU KH Nurul Huda Djazuli mengimbau warga dan pengurus NU selalu menjaga keikhlasan dan persatuan di internal organisasi. Foto/istimewa
JAKARTA - Tasyakuran 1 Abad NU dan Doa untuk Muassis-Masyayikh Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, berakhir pada Jumat (17/2/2023) dini hari. Mustasyar PBNU KH Nurul Huda Djazuli mengimbau warga dan pengurus NU selalu menjaga keikhlasan dan persatuan di internal organisasi. Sebab inilah yang akan menguatkan jam'iyah dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

"NU itu harus kompak. Siapa pun yang khidmah dengan NU, jangan sekali-kali (konflik gara-gara) rebut jabatan, rebut kekuasaan," kata pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso Kediri dalam keterangan nya, Jumat (17/2/2023).



Kiai Nurul Huda yang hadir bersama putranya KH Abdurrahman al-Kautsar (Gus Kautsar) itu juga mengingatkan bahwa mendekati pemilu para kiai biasanya kedatangan tamu dengan bermacam kepentingan. Karena itu kekompakan adalah modal dasar untuk tetap tak tergoyahkan. "Jangan sampai NU pecah," ujarnya.

Baca juga: Hadiri Peringatan Seabad NU, Megawati Cerita soal Sarung dan Sandal

Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Haris Shodaqoh mengingatkan peran global NU untuk menjadi juru damai sebagai cerminan dari misi kasih sayang universal Islam, rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi semua). Namun demikian, tambahnya, NU mesti tetap konsisten pada prinsip-prinsip yang telah dicanangkan para pendirinya baik dalam hal akidah, syariah, maupun akhlak.

"NU harus mampu menjaga hal-hal lama yang baik, dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik, al-muhafadhah 'alal qadimish shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, tanpa keluar dari ajaran salafus shalih,"ujar Wakil Rais 'Aam PBNU KH Anwar Iskandar yang memandu acara itu menyimpulkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!