Indonesia ke Zaman Kegelapan jika KPK Rekrut Penyidik TNI
Jum'at, 08 Mei 2015 - 14:43 WIB
Indonesia ke Zaman Kegelapan jika KPK Rekrut Penyidik TNI
A
A
A
JAKARTA - Rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merekrut tenaga penyidik dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dinilai sebagai wacana yang mengada-ngada.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat berbincang dengan wartawan di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta Selatan.
Fahri mengatakan, tidak ada dasar hukum yang membenarkan rencana KPK yang ingin menambah tenaga penyidik dari kalangan TNI.
"Solusi itu akal-akalan, tidak boleh. Minta TNI jadi penyidik itu akalnya dari mana. Di mana kita menemukan dasar akal itu di konstitusi," kata Fahri, Jumat (8/5/2015).
Lebih dari itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, munculnya wacana perekrutan penyidik dari unsur TNI adalah bentuk sesat pikir KPK yang justru akan membawa Indonesia kembali ke zaman kegelapan.
"KPK merasa paling benar dan kemudian mencari kawan TNI agar ditakuti, tidak bisa begitu. Jangan kembalikan Indonesia ke masa kegelapan. Ini idenya enggak-enggak," ketus Fahri.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat berbincang dengan wartawan di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta Selatan.
Fahri mengatakan, tidak ada dasar hukum yang membenarkan rencana KPK yang ingin menambah tenaga penyidik dari kalangan TNI.
"Solusi itu akal-akalan, tidak boleh. Minta TNI jadi penyidik itu akalnya dari mana. Di mana kita menemukan dasar akal itu di konstitusi," kata Fahri, Jumat (8/5/2015).
Lebih dari itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, munculnya wacana perekrutan penyidik dari unsur TNI adalah bentuk sesat pikir KPK yang justru akan membawa Indonesia kembali ke zaman kegelapan.
"KPK merasa paling benar dan kemudian mencari kawan TNI agar ditakuti, tidak bisa begitu. Jangan kembalikan Indonesia ke masa kegelapan. Ini idenya enggak-enggak," ketus Fahri.
(maf)