Pemerintah Luncurkan Taman Sains dan Teknologi

Jum'at, 08 Mei 2015 - 08:45 WIB
Pemerintah Luncurkan...
Pemerintah Luncurkan Taman Sains dan Teknologi
A A A
BANDUNG - Sains dan teknologi harus memberikan manfaat bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Karena itu, perlu ada sinergi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha dalam pengembangan sains dan teknologi.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan Menteri Ristek, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir saat kick off program pembangunan 100 Taman Sains dan Teknologi di Gedung Techno Park, Bandung, Jawa Barat, kemarin. Puan mengatakan, sains dan teknologi sangat penting untuk kemajuan bangsa ke depan.

”Pembangunan taman sains dan teknologi harus bermanfaat dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan berguna bagi kemajuan bangsa. Dengan teknologi yang ada, kita bisa melahirkan inovasi-inovasi yang mengikuti zaman,” ujar Puan. Karena itu, kata Puan, dibutuhkan komitmen dan sinergitas di antara kementerian dan lembaga negara. ”Bukan hanya di pemerintahan, tapi juga memanfaatkan kekuatan bersama- sama dengan universitas yang ada di Indonesia,” ujar Puan.

Puan pun mendorong adanya koordinasi dan sinergitas antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha. Puan juga mendorong akademisi dan lembaga pendidikan tinggi seperti universitas dan perguruan tinggi untuk mengambil peran dalam mengembangkan penelitian yang hasilnya bisa dimanfaatkan dan bermanfaat untuk masyarakat. ”Perguruan tinggi jangan juga menjadi menara gading. Saya tahu banyak perguruan tinggi di Indonesia yang potensial.

Perguruan tinggi jangan hanya menghasilkan birokrat dan politisi, tapi juga harus mampu menciptakan masyarakat yang produktif melalui ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutur Puan. M Nasir mengatakan, pemerintah akan membangun 100 taman sains dan teknologi di sejumlah daerah di Indonesia. Keberadaan taman sains dan teknologi ini diharapkan bisa menjadi pusat penerapan teknologi. Nasir sependapat dengan pandangan Puan bahwa harus ada sinergi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha.

”Tanpa dukungan ketiganya, sulit melakukannya dengan baik,” ujar Nasir. Selain itu, pemerintah juga berharap dunia usaha bisa memanfaatkan hasil riset atau penelitian yang ada untuk memajukan bisnisnya. Pasalnya, selama ini belum banyak dunia usaha di Indonesia yang memanfaatkan hasil riset.

Rahmat sahid
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Jelang Dilantik sebagai...
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Tiba di Istana Negara
Prabowo Lantik Pimpinan...
Prabowo Lantik Pimpinan Lembaga Universitas RI Sore Ini
Pakar Bedah Kasus Dugaan...
Pakar Bedah Kasus Dugaan Pidana Jabatan Mantan Jampidsus
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
MUI Soroti Penangkapan...
MUI Soroti Penangkapan Ulama Palestina Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, Pertanyakan Verifikasi Tuduhan Terorisme
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved