Pasek Sebut Suasana Jelang Kongres Demokrat Mencekam
Kamis, 07 Mei 2015 - 17:31 WIB
Pasek Sebut Suasana Jelang Kongres Demokrat Mencekam
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Gede Pasek Suardika meminta agar Kongres III Partai Demokrat di Surabaya, menjadi pesta demokrasi yang fair dan tidak menakutkan bagi kader Demokrat.
Hal tersebut diungkapkan Pasek dalam sebuah diskusi bertajuk "Dinamika Politik Parlemen Pra Kongres Demokrat" di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta Selatan.
Bakal calon Ketua Umum Partai Demokrat ini mengatakan, perhelatan lima tahunan yang akan diselenggarakan di Kota Surabaya ini, sengaja dikondisikan sedemikian rupa. Sehingga para kader merasa ada beban saat hadir di arena kongres nanti.
"Jangan begitulah, ini pesta demokrasi. Jangan membangun seperti ada hantu dengan meminta dukungan dan tanda tangan bermaterai," kata Pasek, Kamis (7/5/2015).
Diyakini Pasek, pengondisian suasana jelang Kongres III partai berlambang bintang segitiga ini bukan ulah Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Melainkan oleh orang-orang di sekitar SBY yang risih dengan kritik.
"Asal ada kritik kepada SBY, tidak boleh. Bahaya itu. Kenapa yang lain-lain marah. Justru saya dipecat tapi yang pecat Syarif Hasan. Asal dikritik disangka menjelekkan. Pak SBY mendengar. Artinya beliau tidak alergi kritik tapi bawahannya selalu membawa-bawa nama SBY," ucap Pasek.
Hal tersebut diungkapkan Pasek dalam sebuah diskusi bertajuk "Dinamika Politik Parlemen Pra Kongres Demokrat" di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta Selatan.
Bakal calon Ketua Umum Partai Demokrat ini mengatakan, perhelatan lima tahunan yang akan diselenggarakan di Kota Surabaya ini, sengaja dikondisikan sedemikian rupa. Sehingga para kader merasa ada beban saat hadir di arena kongres nanti.
"Jangan begitulah, ini pesta demokrasi. Jangan membangun seperti ada hantu dengan meminta dukungan dan tanda tangan bermaterai," kata Pasek, Kamis (7/5/2015).
Diyakini Pasek, pengondisian suasana jelang Kongres III partai berlambang bintang segitiga ini bukan ulah Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Melainkan oleh orang-orang di sekitar SBY yang risih dengan kritik.
"Asal ada kritik kepada SBY, tidak boleh. Bahaya itu. Kenapa yang lain-lain marah. Justru saya dipecat tapi yang pecat Syarif Hasan. Asal dikritik disangka menjelekkan. Pak SBY mendengar. Artinya beliau tidak alergi kritik tapi bawahannya selalu membawa-bawa nama SBY," ucap Pasek.
(maf)