Jokowi Puji Kebersamaan KMP-KIH

Kamis, 07 Mei 2015 - 08:57 WIB
Jokowi Puji Kebersamaan...
Jokowi Puji Kebersamaan KMP-KIH
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji kebersamaan yang ditunjukkan elite partai politik dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pada acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta tadi malam.

Jokowi mengatakan, kebersamaan, kerukunan, dan persatuan memang sangat diperlukan dalam pembangunan sebuah negara. Tanpa stabilitas politik dan stabilitas keamanan, sebuah negara tidak bisa berharap akan mampu bersaing dengan negara lain.

”Sekarang persaingan bukan antarkota atau antarprovinsi, tapi antarnegara. Kalau kita masih ribut sendiri dalam negeri, padahal tantangan kita makin berat seperti yang disampaikan Saudaraku Zulkifli Hasan,” kata Jokowi dalam pidatonya pada pembukaan rakernas tersebut. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, tantangan ekonomi saat ini cukup berat di mana nilai dolar terhadap rupiah semakin kuat dan keuangan ekonomi global yang makin menekan Indonesia.

Dalam kondisi seperti itu diperlukan sebuah kebersamaan dan persatuan. Rakyat dan elite partai-partai politik menurut dia harus menghadapinya secara bersama-sama. ”Kalau mau tarung lagi, tarungnya di 2019 atau pas pilkada serentak. Habis itu kerja lagi untuk negara dan rakyat,” ujarnya. Beberapa kali Jokowi memancing tawa hadirin saat dia menyinggung persaingannya dengan Prabowo Subianto di pemilu presiden.

Merespons candaan Jokowi, Prabowo yang datang bersama sejumlah elite parpol KMP tampak ikut tertawa. Jokowi dan Prabowo juga terlihat akrab pada acara yang berlangsung di Balai Sudirman, Jakarta, tadi malam. Pelantikan pengurus dan pembukaan rakernas PAN tadi malam berlangsung meriah.

Sejumlah tokoh nasional, baik dari kalangan parpol maupun jajaran menteri kabinet Kerja hadir. Elite KMP yang hadir adalah Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta, dan Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Munas Jakarta Djan Faridz. Hadir pula Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq.

Adapun dari KIH, hadir Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto, serta Ketua Umum DPP Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso dan Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella.

Partai Demokrat diwakili Ketua Harian DPP Syarief Hasan. Adapun pimpinan lembaga negara yang hadir adalah Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua DPD Irman Gusman, dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Pada acara ini, mantan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa itu tidak terlihat hadir, sedangkan pendiri PAN Amien Rais datang terlambat. Amien terlihat di lokasi setelah sejumlah undangan, termasuk Presiden Jokowi dan Megawati meninggalkan lokasi pembukaan rakernas.

Pada pidatonya, Jokowi juga memuji dinamika demokrasi yang terjadi dalam kepengurusan PAN. Kongres PAN berjalan penuh dinamika tapi tidak sampai menimbulkan perpecahan. Menurutnya, itu menjadi contoh yang baik bagi kader PAN dan pendidikan politik rakyat. Lebih jauh, Jokowi kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, tapi butuh bantuan segenap bangsa, termasuk partai politik.

Dia mengaku senang karena selama ini PAN mampu memberikan pernyataan yang konstruktif sehingga bisa mendinginkan situasi politik nasional yang sering kali hangat dan panas. ”Harapannya, partai politik punya kontribusi kepada kesejahteraan rakyat, selamat bekerja,” tandasnya.

Sementara itu, dalam pidatonya, Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan mengatakan, kehadiran para tokoh nasional tersebut membuat PAN bahagia dan tersanjung. Menurutnya, itu menunjukkan bahwa semua tokoh yang hadir lebih mengutamakan silaturahmi. Dia menilai kompetisi memang telah usai sehingga sewajarnya semua pihak mengedepankan kepentingan rakyat daripada kelompok. ”Ada waktunya kita berkompetisi, ada waktunya kita bersamamembangunnegeri.

Kita semua bangga karena berhasil menunjukkan bahwa kita mampu menjalankan demokrasi secara dewasa dan bermartabat. Termasuk Saudaraku Hatta Rajasa yang menunjukkan sikap kenegarawanannya,” kataZulkifli. Adapun kepengurusan PAN, Zulkifli mengatakan tercipta regenerasi dan memiliki keterwakilan berbagai suku di Indonesia. ”Mari kita lihat kaum muda, hadir dari beragam latar belakang, ini menujukan bahwa parpol menarik mereka. Kami sadar harus membangun kelembagaan partai dan menempatkan kepentingan organisasi di atas segalanya,” ujar dia.

Zulkifli juga berpesan kepada kader untuk bekerja lebih keras membuat terobosan dalam menggairahkan perekonomian. Persoalan peningkatan kesejahteraan, menurut dia, harus ditanggulangi dengan ide besar dan tindakan yang konkret. ”Kontribusi harus nyata, apakah kita di luar atau di dalam pemerintahan,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq berharap kepengurusan PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan bisa menjadi parpol yang mampu membawa aspirasi rakyat Indonesia. ”Secara khusus kepada Bapak Zulkifli Hasan kami mengucapkan selamat. Pak Zulkifli kita tahu memiliki komitmen dan dedikasi yang tinggi kepada PAN. Saya yakin Pak Zulkifli bisa memimpin PAN dengan baik,” ujarnya tadi malam.

Sebagai partai baru, Perindo berharap PAN sebagai partner dalam mengupayakan kesejahteraan rakyat sekaligus siap berkompetisi demi membangun Indonesia.

Kiswondari/ mula akmal
(ars)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved