Menang atau Kalah, Karier Cameron Menggantung

Selasa, 05 Mei 2015 - 08:27 WIB
Menang atau Kalah, Karier...
Menang atau Kalah, Karier Cameron Menggantung
A A A
LONDON - Karier politik Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron diprediksi menggantung setelah pemilu mendatang.

Ketika dia berhasil membawa Partai Konservatif menang, dia tidak akan mengamankan suara mayoritas parlemen. Ketikadiakalah, otomatis karier politiknya akan hancur. Apalagi, jajak pendapat terakhir menunjukkan tidak akan satu pun partai yang berhasil memenangkan pemilu pada 7 Mei mendatang. ”Konservatif berada di ujung tanduk,” kata Greig Baker, mantan politikus Konservatif, kepada Reuters.

Prospek kemenangan Partai Konservatif sangat lemah. ”Konservatif juga tidak pernah menyukai Cameron,” imbuhnya. Selama ini Cameron ingin melanjutkan kepemimpinan selama lima tahun mendatang. ”Saya ingin menyelesaikan pemulihan ekonomi Inggris,” kata politikus yang berhasil membangun koalisi dengan Partai Liberal Demokrat pada 2010 itu. Beberapa jajak pendapat menunjukkan Cameron, 48, memang disukai publik dari segi kepribadiannya.

Dalam kampanye politiknya, Cameron selalu mengangkat isu rakyat menengah-bawah. Dia berjanji meningkatkan upah minimum dan menjanjikan dua juta pekerjaan baru. Sedangkan pemimpin Partai Buruh Ed Miliband diprediksi akan menggantikan Cameron. Beberapa jajak pendapat menyebutkan Miliband lebih pantas memimpin Inggris dibandingkan Cameron. Miliband pun terus melancarkan serangan politik yang menarik untuk meyakinkan jutaanpemilih Inggris.

Popularitasnya juga semakin meningkat karena program yang ditawarkannya. Selain itu, Miliband juga menampilkan konsep komunikasi politik yang berbeda dengan Cameron seperti sering tertawa, akrab dengan masyarakat, dan tampil layaknya orang Inggris pada umumnya. Namun, sebagian pihak menganggap Miliband sebagai pemimpin yang lemah untuk memimpin Inggris. ”Dia (Miliband) perlu mengenakan setelan jas yang bagus, kaus yang lebih bagus,” ungkap miliarder David Abrahams, mantan donatur Partai Buruh.

”Dia juga harus tampil ke publik dengan lebih baik dan gaya rambut lebih baik. Pasalnya, dia kini berbicara tentang kepentingan umum dan sering tampil di mata publik,” tambahnya.

Arvin
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Ketua MUI Harap KUII...
Ketua MUI Harap KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Penolakan Praktik LGBT
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Kenapa Febrie Adriansyah...
Kenapa Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK? Kejagung Ungkap Alasannya
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved