Pendidikan Karakter yang Mengindonesia

Senin, 04 Mei 2015 - 12:15 WIB
Pendidikan Karakter yang Mengindonesia
Pendidikan Karakter yang Mengindonesia
A A A
Bab II tentang Dasar, Fungsi, Tujuan, khususnya Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyatakan

”pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

”Pasal tersebut dengan sangat jelas menekankan pentingnya pendidikan watak atau karakter untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Ironisnya, kondisi di lapangan menunjukkan fakta belum maksimalnya ketercapaian tujuan pendidikan karakter.

Ada banyak kasus yang mencerminkan rapuhnya pendidikan karakter seperti kasus begal yang banyak melibatkan pelajar, banyak generasi muda yang menjadi korban narkoba, mahasiswi/siswi yang hamil di luar nikah akibat pergaulan bebas, kasus bocornya soal-soal ujian nasional (UN) yang menyuburkan budaya mencontek, tawuran antarpelajar, bullying di sekolah, dan berbagai kasus yang erat hubungannya dengan pendidikan karakter.

Pendidikan Karakter dan Identitas Bangsa

Pendidikan karakter berkaitan erat dengan identitas atau ciri khas bangsa Indonesia secara kolektif. Indonesia adalah Indonesia. Indonesia dengan keanekaragaman suku bangsa dan budayanya telah disatukan oleh moto Bhinneka Tunggal Ika, merupakan aset yang luar biasa.

Namun, seperti apakah karakter bangsa Indonesia yang sebenarnya? Menurut Kemendiknas, ada 18 karakter yang perlu diajarkan kepada para siswa yang meliputi: (1) religius, (2) jujur, (3) toleransi, (4) disiplin, (5) kerja keras, (6) kreatif, (7) mandiri, (8) demokratis, (9) rasa ingin tahu, (10) semangat kebangsaan, (11) cinta tanah air, (12) menghargai prestasi, (13) bersahabat/ komunikatif, (14) cinta damai, (15) gemar membaca, (16) peduli lingkungan, (17) peduli sosial, dan (18) tanggung jawab.

Nilai-nilai bangsa Indonesia sebenarnya sudah terumuskan dengan baik melalui Pancasila. Ironisnya, ajaran Pancasila seolah telah luntur dari berbagai tindakan, baik dalam konteks pendidikan formal maupun kehidupan berkewarganegaraan. Kita harus mau jujur bertanya, apakah lembaga pendidikan formal dan masyarakat Indonesia mengajarkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap sendi kehidupan?

Trisentra Pendidikan

Apa yang akan terjadi pada masa depan Indonesia jika karakter generasi mudanya rapuh? Sebagai orang tua, apakah yang dipikirkan jika generasi masa depan (baca: anak-anak) tidak tumbuh dengan karakter yang baik? Bagaimana jika anak-anak kita menjadi korban narkoba?
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.0830 seconds (10.177#12.26)