PHE WMO Kembangkan Biopori di Madura

Sabtu, 02 Mei 2015 - 09:36 WIB
PHE WMO Kembangkan Biopori...
PHE WMO Kembangkan Biopori di Madura
A A A
SURABAYA - Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) mengembangkan program konservasi sumber daya air melalui penggunaan biopori.

Program ini bisa mengurangi banjir dan memunculkan sumber air bersih di area Pulau Madura, Jawa Timur. Program ini dijalankan setelah WMO sukses melakukan program air bersih di Desa Bandangdajah, Kecamatan Tanjung Bumi, kemudian dikembangkan ke biopori.

”Lubang resapan biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan yang bermanfaat meningkatkan daya resapan air, meningkatkan kualitas serta kuantitas air tanah, bahkan mengatasi banjir,” kata Ulika Triyoga, East Area HR Ops & Comdev Team Leader Lead PT PHE WMO, kemarin.

Pencanangan program konservasi sumber daya air melalui biopori ini bekerja sama dengan Pusat Studi Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Prodi Agrobisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura (PS2EKP-FP UTM).

Dalam kegiatan itu juga telah ditanam 160 bibit buah-buahan seperti jambu citra, jambu degus, durian, manggis dan mangga, serta tanaman keluarga (cabai, rosela, terung, selada), dan bibit pohon mahoni. ”PHE WMO bersama Tim PS2EKP-FP UTM akan melakukan pendampingan dan pemeliharaan biopori bagi warga Desa Bandangdajah,” jelasnya.

Pembuat lubang biopori menggunakan tiga bor mesin dan tiga bor manual. Alat itu selanjutnya diserahkan ke Kelompok Hipam (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) agar kelompok dan warga dapat membuat lubang biopori secara mandiri. Dijelaskan, program Hipam di Desa Bandangdajah yang telah dikelola secara mandiri oleh warga bisa melayani kebutuhan 400 KK.

Program itu sudah menyebar ke dua desa lainnya, yakni Tanjungbumi dan Telaga Biru di Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan. ”Lewat program biopori diharapkan dapat menjaga kelestarian air baik secara kuantitas, kualitas, maupun kontinuitas air, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat terus terpenuhi,” tambah Ulika.

Menurut dia, selain meningkatkan daya resapan air, keberadaan biopori juga bisa mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (Co2 dan metana).

”Biopori dapat meningkatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, serta dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air,” katanya.

Arief ardliyanto
(ftr)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Ray Rangkuti Singgung...
Ray Rangkuti Singgung Indonesia Masih di Level Ikut-ikutan dalam Politik Luar Negeri
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional
6 Kontroversi Kepala...
6 Kontroversi Kepala BGN Dadan Hindayana hingga Berujung Dicopot Prabowo
Republikorp-Barzan Holdings...
Republikorp-Barzan Holdings Kerja Sama Pertahanan mulai Senjata hingga Kapal Selam Mini
Terbitkan Sprindik Baru,...
Terbitkan Sprindik Baru, KPK Kembangkan Kasus DJKA Sumatera
UI Sanksi 15 Mahasiswa...
UI Sanksi 15 Mahasiswa Fakultas Hukum terkait Pelecehan Chat Mesum, Skorsing 1-3 Semester
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved