Sejumlah Kader Tak Ingin Ada Pengkultusan di Demokrat
Kamis, 30 April 2015 - 16:48 WIB
Sejumlah Kader Tak Ingin Ada Pengkultusan di Demokrat
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah Ketua DPC Partai Demokrat mendeklarasikan Kaukus Penyelamat Partai Demokrat. Kaukus yang disebut-sebut didukung oleh 161 Ketua DPC ini menghendaki proses demokratisasi di tubuh Partai Demokrat terus berjalan dengan baik.
Juru Bicara Kaukus Penyelamat Partai Demokrat, Iwan Setio mengatakan, latar belakang deklarasi ini lantaran telah terjadi kecenderungan partai sedang bergerak menuju kultus individu figur utama.
Menurutnya, gejala pengkultusan ini adalah proses yang tidak dikehendaki oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri.
"Partai telah dibajak oleh sekumpulan elite yang mengatasnamakan SBY dengan tujuan menguasai partai untuk dirinya sendiri," kata Iwan di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2015).
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Demokrat Salatiga ini menambahkan, perilaku ilegal dan anti demokrasi juga telah terjadi di Partai Demokrat. (Baca: Kader Prihatin Demokrat Bergantung Figur)
Hal itu, kata dia, terbukti dari adanya pemecatan ratusan Ketua DPC tanpa alasan dan dasar yang kuat sesuai AD/ART.
Pihaknya juga mengendus praktik janggal yang dilakukan sejumlah elite Partai Demokrat yang menggalang dukungan bermaterai dari sejumlah Ketua DPC untuk memilih kembali SBY secara aklamasi pada Kongres III di Surabaya.
Bahkan lanjut Iwan, sejumlah Ketua DPC yang melanggar, mendapatkan ancaman dan intimidasi berupa pengjilangan hak suara pada kongres mendatang.
"Proses demokrasi harus berjalan terbuka, free and fair. Tidak ada jalan memaknai demokrasi selain itu. Tekanan dan intimidasi adalah gangguan serius terhadap proses demokrasi di internal partai," ucap Iwan.
"Atas dasar itulah, pada forum ini kami mendeklarasikan berdirinya Kaukus Penyelamat Partai Demokrat," imbuhnya.
Juru Bicara Kaukus Penyelamat Partai Demokrat, Iwan Setio mengatakan, latar belakang deklarasi ini lantaran telah terjadi kecenderungan partai sedang bergerak menuju kultus individu figur utama.
Menurutnya, gejala pengkultusan ini adalah proses yang tidak dikehendaki oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri.
"Partai telah dibajak oleh sekumpulan elite yang mengatasnamakan SBY dengan tujuan menguasai partai untuk dirinya sendiri," kata Iwan di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2015).
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Demokrat Salatiga ini menambahkan, perilaku ilegal dan anti demokrasi juga telah terjadi di Partai Demokrat. (Baca: Kader Prihatin Demokrat Bergantung Figur)
Hal itu, kata dia, terbukti dari adanya pemecatan ratusan Ketua DPC tanpa alasan dan dasar yang kuat sesuai AD/ART.
Pihaknya juga mengendus praktik janggal yang dilakukan sejumlah elite Partai Demokrat yang menggalang dukungan bermaterai dari sejumlah Ketua DPC untuk memilih kembali SBY secara aklamasi pada Kongres III di Surabaya.
Bahkan lanjut Iwan, sejumlah Ketua DPC yang melanggar, mendapatkan ancaman dan intimidasi berupa pengjilangan hak suara pada kongres mendatang.
"Proses demokrasi harus berjalan terbuka, free and fair. Tidak ada jalan memaknai demokrasi selain itu. Tekanan dan intimidasi adalah gangguan serius terhadap proses demokrasi di internal partai," ucap Iwan.
"Atas dasar itulah, pada forum ini kami mendeklarasikan berdirinya Kaukus Penyelamat Partai Demokrat," imbuhnya.
(maf)