Jadi Keynote Speaker KPAA, SBY Dapat Standing Applause

Kamis, 23 April 2015 - 14:18 WIB
Jadi Keynote Speaker...
Jadi Keynote Speaker KPAA, SBY Dapat Standing Applause
A A A
JAKARTA - Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat standing applause dari peserta Konferensi Parlemen Asia Afrika (KPAA) saat menjadi keynote speaker.

Dalam pidatonya, SBY memandang negara Asia-Afrika masih memilki masalah yang berkenaan dengan kemiskinan. Meskipun angka kemiskinan sudah turun 20 persen kata dia, namun menurutnya masalah belum terselesaikan.

Maka itu, SBY mengingatkan kepada seluruh perwakilan parlemen negara Asia Afrika yang hadir untuk tetap bersama-sama melawan kemiskinan.

"Kemiskinan tetap menjadi masalah utama Asia Afrika termasuk di Indonesia. Di Asia Afrika, 700 juta penduduk hidup dengan penghasilan di bawah satu dolar Amerika per hari," ujar SBY dalam pidatonya di Ruang Rapat Paripurna Utama, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.
Kamis (23/4/2015)

Ketua Umum Partai Demokrat itu juga menyoroti masalah kesehatan. Dia menilai, bahwa masih banyak penduduk yang tidak mendapat akses kesehatan yang baik.

"Jawaban untuk semua ini adalah pertumbuhan ekonomi. Asia Afrika harus melihat agenda besar untuk menumbuhkan ekonomi bersama-sama," tutur SBY.

Mantan Presiden RI yang menjabat dua periode ini menegaskan persoalan-persoalan di negara Asia Afrika seharusnya lebih mudah diselesaikan jika dibanding dengan era Soekarno 60 tahun lalu. Hal ini dikarenakan sudah banyak sumber daya.

"Kuncinya adalah sistem pemerintahan yang baik untuk membangun kerja sama ini. Apapun model ekonomi dan paham politiknya, tanpa pemerintahan yang baik hal itu tidak akan tercapai," jelas SBY.

Dengan begitu, SBY menilai forum KPAA ini baik karena digunakan untuk memastikan negara Asia Afrika dapat bekerjasama. Bersamaan dengan itu, dia berharap agar KPAA dapat membawa angin baru dalam percaturan global.

"Saya katakan, semangat Asia-Afrika tidak pernah hilang, fighting for peace, fighting for justice, and for prosperity. Kalau dulu antikolonialisme dan antipenjajahan, sekarang setelah kita merdeka kita tetap fight for justice atau keadilan, juga perdamaian dan kesejahteraan," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Peringatan Konferensi...
Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-67 di Bandung
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved