Golkar Agung Laksono Tuding Ketua DPR seperti Kartel Politik
Selasa, 21 April 2015 - 11:44 WIB
Golkar Agung Laksono Tuding Ketua DPR seperti Kartel Politik
A
A
A
JAKARTA - Rencana Partai Golkar kubu Agung Laksono untuk melayangkan mosi tidak percaya terhadap Surat Keputusan (SK) Ketua DPR mengenai rotasi anggota Fraksi Golkar ditunda. Alasannya, kubu Agung Laksono tidak mau tergesa-gesa menanggapi SK tersebut.
Zainudin Amali selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar kubu Agung Laksono mengatakan, sebelum melayangkan mosi tidak percaya itu, pihaknya terlebih dahulu akan rapat internal.
"Saya belum lihat suratnya (SK rotasi). Apa yang menjadi dasar, kemudian yang pasti ini kan harus terkoordinasi," kata Zainudin melalui sambungan telepon, Selasa (21/4/2015).
Dia juga menuding Ketua DPR Setya Novanto tidak adil, karena lebih mengutamakan aspirasi kubu Aburizal Bakrie atau biasa disapa Ical ketimbang kubu Agung Laksono.
"Prosedur apaan itu. Iya surat kami tidak diproses. Tanyakan itu. Surat yang dari tanggal 23 tidak diproses, tapi malah surat ini (Surat Ade Komarudi) masuk yang diproses," cetusnya.
Sikap Setya ini dianggap olehnya tindakan seperti kartel politik yang hanya mementingkan golongannya.
"Itu kan kartel dan itu membahayakan buat bangsa ini. Apa yang diinginkan itu yang disetujui, apa yang tidak diinginkan tidak disetujui," tandasnya.
Zainudin Amali selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar kubu Agung Laksono mengatakan, sebelum melayangkan mosi tidak percaya itu, pihaknya terlebih dahulu akan rapat internal.
"Saya belum lihat suratnya (SK rotasi). Apa yang menjadi dasar, kemudian yang pasti ini kan harus terkoordinasi," kata Zainudin melalui sambungan telepon, Selasa (21/4/2015).
Dia juga menuding Ketua DPR Setya Novanto tidak adil, karena lebih mengutamakan aspirasi kubu Aburizal Bakrie atau biasa disapa Ical ketimbang kubu Agung Laksono.
"Prosedur apaan itu. Iya surat kami tidak diproses. Tanyakan itu. Surat yang dari tanggal 23 tidak diproses, tapi malah surat ini (Surat Ade Komarudi) masuk yang diproses," cetusnya.
Sikap Setya ini dianggap olehnya tindakan seperti kartel politik yang hanya mementingkan golongannya.
"Itu kan kartel dan itu membahayakan buat bangsa ini. Apa yang diinginkan itu yang disetujui, apa yang tidak diinginkan tidak disetujui," tandasnya.
(kur)