Kemendes Gandeng ITB Perkuat Inovasi Desa

Kamis, 16 April 2015 - 09:11 WIB
Kemendes Gandeng ITB...
Kemendes Gandeng ITB Perkuat Inovasi Desa
A A A
BANDUNG - Penerapan inovasi teknologi tepat guna dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas potensi desa.

Karena itu, keterlibatan kalangan perguruan tinggi untuk ikut memberdayakan desa sangat penting. Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan sebagai perguruan tinggi, Institut Teknologi Bandung (ITB) diharapkan bisa melakukan fungsi pemberdayaan desa.

”Salah satunya dengan membangun desa khususnya membangun kewirausahaan desa dan teknologi tepat guna untuk desa,” ujar Menteri Marwan sebelum menandatangani memorandum of undestranding (MoU) dengan ITB mengenai penyelenggaraan bidang pembinaan kewirausahaan desa dan inovasi teknologi tepat guna untuk desa di Kampus ITB, Bandung, kemarin.

Penandatanganan MoU dengan ITB, menurut Menteri Marwan, diharapkan bisa menciptakan desa mandiri dan pengentasan desa tertinggal. Teknologi tepat guna diharapkan bisa mempercepat pemberdayaan potensi desa. Selain itu, MoU dengan ITB menurut Menteri Marwan juga bertujuan meningkatkan kualitas kebijakan pengembangan kewirausahaan dan berbasis penelitian.

” Dengan MoU ini juga diharapkan bisa mengoptimalkan potensi sumber daya desa melalui penerapan teknologi tepat guna untuk kemandirian,” tandasnya. Penerapan teknologi tepat guna, lanjut dia, bisa dikembangkan dengan berbagai macam model. Bisa yang berkaitan dengan badan usaha milik desa (BUMDesa) sebagai salah satu program Kementerian Desa.

Selain itu juga bisa dikembangkan inovasi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas desa. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut juga berjanji akan mengunjungi beberapa desa yang telah dibina ITB. Dia optimistis dengan adanya peran aktif dari perguruan tinggi, desa bisa dikembangkan lebih baik. ”ITB ini menjadi titik tolak awal dalam membangun pemahaman bersama bahwa perguruan tinggi dan pemerintah perlu bekerja sama untuk membangun desa,” tandasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPR EE Mangindaan berpendapat, harus ada fungsi pengawasan fungsional yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Politikus senior Demokrat ini mempertanyakan, sudah sejauh mana draf revisi PP Nomor 60 tentang Dana Desa dibahas pemerintah. Sebab PP tersebut dapat menjadi pedoman pelaksanaan dan pengawasan dana desa.

”Kapan revisi PP diteken Presiden karena PP bisa menjadi buku pintar penyaluran dana desa. Jangan sampai PP belum selesai lalu menjadi penghambat dana desa,” ujarnya. Anggota Komisi II DPR Diah Pitaloka menyatakan, pengawasan menjadi isu utama penyaluran dana desa lantaran dana tersebut mulai dicairkan.

Dia juga mempertanyakan bagaimana pembagian wewenang antara pemerintah kabupaten kota dan desa. Apakah monitoring dari Kementerian Desa juga sudah siap karena UU Desa mengamanatkan desa menjadi subjek pembangunan masyarakat desa.

Djuli p/mula akmal
(ars)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Perdagangan Karbon Dimulai,...
Perdagangan Karbon Dimulai, Menhut Dinilai Memiliki Peran Strategis
DPR Minta Kejagung Bentuk...
DPR Minta Kejagung Bentuk Tim Penyidik Independen yang Tidak Terafiliasi Febrie Adriansyah
Don Ritto Jadi Tersangka...
Don Ritto Jadi Tersangka Kasus Korupsi yang Jerat Eks Jampidsus, Ditahan di Rutan Polda
Rudi Margono Jadi Plt...
Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus, Ini Rekam Jejak Pemikirannya tentang Perampasan Aset
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR Bentuk Panja Pengawasan 3 Kasus Korupsi yang Libatkan Eks Jampidsus
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved