Kompolnas Berharap Kapolri dan Wakapolri Tak Setipe
Rabu, 15 April 2015 - 13:01 WIB
Kompolnas Berharap Kapolri dan Wakapolri Tak Setipe
A
A
A
JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dalam pertemuan dengan Komisi III DPR salah satunya membahas soal pendamping Komjen Pol Badrodin Haiti jika diloloskan menjadi Kapolri.
Menurut Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala, kriteria Wakapolri harus dicarikan berdasarkan perbedaan karakter yang dipunyai calon Kapolri.
"Tapi konsepnya, Badrodin kan manajerial, rapih sekali dalam hal manajemen. Ketika dia didampingi Wakapolri, mestinya wakanya pun agak beda karakternya," kata Adrianus di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/4/2015).
Pakar kriminolog ini mengusulkan agar pendamping Badrodin seorang operator di lapangan. Artinya, Wakapolri dicarikan seorang yang mampu menerjemahkan dan mengimplementasikan kemauan Kapolri.
Dia khawatir jika Wakapolri yang ditentukan mempunyai karakter sama dengan Kapolri yakni bekerja di belakang meja, maka perubahan di tubuh Polri dinilai akan berjalan lambat. "Wakilnya harusnya yang beda. Ini penting untuk reformasi Polri ke depan," ujarnya.
Menyoal siapa yang pantas menjadi Wakapolri, Adrianus menilai murni menjadi kewenangan Kapolri terpilih dan Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tertinggi (Wanjakti) buat memutuskan. Kompolnas, lanjut dia, hanya ikut mengusulkan calon Kapolri.
"Kami kompolnas tidak ngurusi Wakapolri ke bawah. Tapi tadi itu hanya sebatas harapan kami saja," tambahnya.
Beredar kabar, dari jenderal bintang tiga dan dua Polri, nama Komjen Pol Budi Gunawan diproyeksikan masih menempati urutan teratas daftar calon Wakapolri. Budi Gunawan sendiri awalnya dipilih sebagai calon Kapolri, sebelum Presiden Joko Widodo menggantinya dengan Badrodin Haiti.
Menurut Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala, kriteria Wakapolri harus dicarikan berdasarkan perbedaan karakter yang dipunyai calon Kapolri.
"Tapi konsepnya, Badrodin kan manajerial, rapih sekali dalam hal manajemen. Ketika dia didampingi Wakapolri, mestinya wakanya pun agak beda karakternya," kata Adrianus di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/4/2015).
Pakar kriminolog ini mengusulkan agar pendamping Badrodin seorang operator di lapangan. Artinya, Wakapolri dicarikan seorang yang mampu menerjemahkan dan mengimplementasikan kemauan Kapolri.
Dia khawatir jika Wakapolri yang ditentukan mempunyai karakter sama dengan Kapolri yakni bekerja di belakang meja, maka perubahan di tubuh Polri dinilai akan berjalan lambat. "Wakilnya harusnya yang beda. Ini penting untuk reformasi Polri ke depan," ujarnya.
Menyoal siapa yang pantas menjadi Wakapolri, Adrianus menilai murni menjadi kewenangan Kapolri terpilih dan Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tertinggi (Wanjakti) buat memutuskan. Kompolnas, lanjut dia, hanya ikut mengusulkan calon Kapolri.
"Kami kompolnas tidak ngurusi Wakapolri ke bawah. Tapi tadi itu hanya sebatas harapan kami saja," tambahnya.
Beredar kabar, dari jenderal bintang tiga dan dua Polri, nama Komjen Pol Budi Gunawan diproyeksikan masih menempati urutan teratas daftar calon Wakapolri. Budi Gunawan sendiri awalnya dipilih sebagai calon Kapolri, sebelum Presiden Joko Widodo menggantinya dengan Badrodin Haiti.
(kri)