Dikenal Tertutup dan Menyukai Pria Tegas

Rabu, 15 April 2015 - 08:48 WIB
Dikenal Tertutup dan...
Dikenal Tertutup dan Menyukai Pria Tegas
A A A
KEMATIAN Deudeuh Alfisahrin alias Tata, 26, di kamar kosnya sangat memukul pihak keluarga. Mereka tidak menyangka Empi–panggilan akrab Deudeuh Alfisahrin di kalangan keluarga–meninggal dengan cara mengenaskan.

Keluarga pun tidak memercayai informasi yang ramai saat ini bahwa Empi kerap menerima tamu pria di kosnya. ”Kami keluarga benar-benar enggak percaya dan menyangka kalau dia seperti itu atau bekerja seperti itu,” kata Laila, kakak angkat Empi ketika ditemui di rumah Iqbal, kakak kandung Empi yang berada di Jalan Margonda, Gang Manggah RT 005/ 012, Pancoran Mas, Kota Depok, kemarin.

Setahu dia, Empi yang sudah menjanda dan memiliki seorang anak itu bekerja sebagai kasir di sebuah restoran di Jakarta. Dia dan Empi kerap menjalin komunikasi melalui Black- Berry Messenger (BBM). Beberapa bulan lalu, Laila mendapat cerita dari Empi yang mendapat pekerjaan baru sebagai kasir restoran di Jalan Jenderal Sudirman. Laila belum pernah mendatangi tempat kerja korban.

”Kalau saya telepon pada jam kerja, dia biasanya bilang lagi sibuk Kak, lagi kerja. Makanya saya percaya dia kerja di restoran,” tuturnya. Anjar Nur Soleh, 65, ayah angkat Empi juga mengaku tak percaya kabar pekerjaan anak angkatnya itu. Dia tahunya Empi bekerja di restoran dan mal. Di mata dia, Empi adalah perempuan tangguh dan dewasa. Bahkan, dia percaya Empi bekerja sesuai dengan norma agama.

”Jadi kami enggak percaya kalau dia bekerja begitu,” ucapnya. Empi juga dikenal sebagai anak yang tertutup. Korban sempat cerita jika dirinya akan menikah dengan seorang pria yang belum dikenalkan kepada keluarga. ”Sekitar satu tahun lalu, dia sempat bilang begitu sama saya, waktu ketemu di kosnya. Waktu itu dia masih kos di kamar yang di bawah,” ujar Iqbal, kakak kandung Empi. Iqbal tidak bertanya lebih detail ketika adiknya bercerita karena dia tahu betul sifat Empi yang tidak suka didesak dan ditanya lebih jauh. Yang dia tahu adiknya menyenangi pria tegas.

Empi juga dikenal pribadi yang teguh dan jika ingin sesuatu maka dia akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya sehingga dia juga tidak percaya kalau pekerjaan adiknya sebagai pekerja seks komersial (PSK). ”Kami keluarga enggak percaya dan enggak menyangka dia seperti itu,” katanya. Pihak keluarga berharap pelaku pembunuhan Empi bisa segera terungkap.

Pelakunya harus dijerat hukuman berat karena sudah menghilangkan nyawa Empi. Terkait kematian adiknya, Iqbal menuturkan, dokter yang mengautopsi korban menyebutkan bahwa Empi tewas akibat bekapan di mulut dan tekanan di dada sehingga paru-paru tidak dapat menarik oksigen lagi. Bukan akibat lilitan kabel rol, karena tak ada bekas gumpalan darah di leher.

R ratna purnama
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved