SK Menkumham Munculkan Masalah Baru di Konflik Golkar

Senin, 13 April 2015 - 16:24 WIB
SK Menkumham Munculkan...
SK Menkumham Munculkan Masalah Baru di Konflik Golkar
A A A
JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly sebagai penyelenggara negara seharusnya menempatkan fungsinya sebagai pemerintah.

Pakar hukum tata negara dari Universitas Indonesia (UI) Mustafa Fachri mengatakan, putusan Mahkamah Partai Golkar masih mengambang.

Menurutnya, putusan Mahkamah Partai Golkar tidak memiliki konteks putusan yang mengesahkan kepengurusan salah satu kepengurusan Partai Golkar yang dilanda konflik internal.

Dia mengingatkan, Yasonna Hamonangan Laoly sebagai Menkumham seharusnya mengembalikan lagi putusan tersebut ke Mahkamah Partai Golkar.

"Harusnya sebagai pemerintah, Menkumham menjalankan fungsinya. Tidak bisa masuk terlalu jauh mengambil putusan itu," ujar Mustafa usai menghadiri acara diskusi di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2015).

Dia menilai Surat Keputusan (SK) Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly mengesahkan kepengurusan Partai Golkar Agung Laksono terlalu jauh ikut campur terhadap konflik internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Keputusan itu, kata Mustafa malah menimbulkan masalah baru di internal Partai Golkar. Maka itu, menurutnya, wajar jika kepengurusan Partai Golkar Aburizal Bakrie atau biasa disapa Ical menggugat putusan Menkumham itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Padahal kalau menteri melihat putusan ini mengambang, itu kalau kita mendasari undang-undang, Menkumham seharus mengembalikan permasalahannya itu ke Mahkamah Partai Golkar lagi. Tidak boleh berpihak sebagai yang mendeklarasikan," tukasnya.

Berdasarkan pertimbangan itulah, kata dia, SK Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly sarat kepentingan politis, bukan berdasarkan fungsi Menkumham sebagai lembaga pemerintahan.

"Dia (Yasonna) mengambil alih putusan yang seharusnya diputuskan oleh Mahkamah Partai Golkar. Jadi itu kepentingan politiknya," tandasnya.

Yusril: Jawaban Menkumham Jadi Bumerang Dirinya Sendiri
(kur)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved