KPU Minta Kepastian Anggaran Pilkada

Sabtu, 11 April 2015 - 11:30 WIB
KPU Minta Kepastian...
KPU Minta Kepastian Anggaran Pilkada
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengkhawatirkan tahapan pilkada akan terhambat lantaran sejumlah daerah belum memiliki anggaran pilkada.

KPU meminta pemerintah segera memberi kepastian dan jaminan soal ketersediaan anggaran ini. KPU menilai anggaran yang belum tuntas bakal mengganggu tahapan, apalagi pada 19 April nanti tahapan awal sudah dimulai dengan membentuk panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Pembentukan penyelenggara adhoc ini jelas membutuhkan dana, termasuk untuk membiayai operasionalnya di lapangan. ”Bagaimana mereka bisa bekerja kalau nanti dana itu belum ada,” ujar Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di Kantor KPU, Jakarta, kemarin.

Tugas terdekat dari PPS dan PPK adalah melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih dengan menyasar langsung rumah warga yang ada di wilayahnya. Petugas tersebut dalam waktu dekat juga harus memverifikasi dukungan untuk calon kepala daerah perseorangan yang akan ikut pilkada. ”Nah, ini kan pekerjaan besar semua, karena petugas harus ke rumah-rumah penduduk, bahkan hingga pelosokpelosok,” ujar Hadar.

Mengingat waktu dimulainya tahapan pilkada tinggal lebih sepekan, KPU berharap pemerintah bisa selangkah lebih maju dalam menuntaskan persoalan anggaran. Upaya pemerintah dengan melayangkan surat ke masing-masing pemerintah daerah (pemda) agar menyiapkan dana di APBD masing- masing dianggap belum cukup efektif.

Terbukti, masih ada daerah yang belum menyelesaikan anggarannya. Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Reydonnyzar Moenek menjamin anggaran pilkada pasti akan disediakan oleh masing-masing pemda pada waktunya.

Pasalnya, bagaimana pun sudah menjadi kewajiban bagi daerah untuk menyediakannya. ”Payung hukum sudah tersedia yakni pengeluaran mendahului APBD Perubahan. Jadi uang itu pasti tersedia,” kata dia.

Dian ramdhani/ Dita angga
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved