Dukungan PDIP ke Jokowi Pengaruhi Realisasi Program Pemerintah
Selasa, 07 April 2015 - 21:16 WIB
Dukungan PDIP ke Jokowi Pengaruhi Realisasi Program Pemerintah
A
A
A
JAKARTA - Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) jadi ajang penentuan peneguhan komitmen dukungan politik partai berlambang kepala banteng itu ke Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Pengajar ilmu politik di Universitas Padjajaran, Bandung, Firman Manan mengingatkan, peneguhan komitmen dukungan politik itu bisa dicapai jika Jokowi mampu membangun komunikasi politik yang efektif dengan kader PDIP.
"Bagaimanapun, keberhasilan Pemerintahan Jokowi dalam merealisasikan visi misinya selama lima tahun ke depan akan berdampak positif bagi relasi PDIP dengan rakyat,” ujar Firman, Selasa (7/4/2015).
Dia mengingatkan dukungan dari PDIP sangat penting untuk mengantisipasi sentimen negatif publik ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan kurang populis. Lanjutnya, dukungan juga diperlukan untuk meminimalisir kebuntuan politik di DPR.
"Kader-kader PDIP khususnya yang duduk di DPR dapat memberikan informasi dan masukan kepada presiden tentang dinamika politik terbaru di DPR. Tujuannya agar Presiden dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi dalam relasi dengan parlemen,” tukasnya.
Pengajar ilmu politik di Universitas Padjajaran, Bandung, Firman Manan mengingatkan, peneguhan komitmen dukungan politik itu bisa dicapai jika Jokowi mampu membangun komunikasi politik yang efektif dengan kader PDIP.
"Bagaimanapun, keberhasilan Pemerintahan Jokowi dalam merealisasikan visi misinya selama lima tahun ke depan akan berdampak positif bagi relasi PDIP dengan rakyat,” ujar Firman, Selasa (7/4/2015).
Dia mengingatkan dukungan dari PDIP sangat penting untuk mengantisipasi sentimen negatif publik ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan kurang populis. Lanjutnya, dukungan juga diperlukan untuk meminimalisir kebuntuan politik di DPR.
"Kader-kader PDIP khususnya yang duduk di DPR dapat memberikan informasi dan masukan kepada presiden tentang dinamika politik terbaru di DPR. Tujuannya agar Presiden dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi dalam relasi dengan parlemen,” tukasnya.
(kur)