Bamsoet Curiga Yasonna Kelompok yang Ingin Jatuhkan Jokowi

Minggu, 05 April 2015 - 14:22 WIB
Bamsoet Curiga Yasonna...
Bamsoet Curiga Yasonna Kelompok yang Ingin Jatuhkan Jokowi
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) secara pribadi curiga Menkumham Yasonna H Laoly bagian dari kelompok tertentu yang tengah menjalankan skenario untuk menurunkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah jalan.

"Jujur saya curiga Yasonna menjadi bagian dari gerakan kelompok tertentu yang tengah menjalankan skenario busuk menjatuhkan presiden di tengah jalan," kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini dalam pesan singkatnya kepada Sindonews, Minggu (5/4/2014).

Anggota Komisi III DPR ini mengendus ada skenario yang terorganisir untuk menyerang Presiden Jokowi melalui orang-orang dekat di dalamnya. Menurutnya, serangan dilakukan serentak melalui empat arah.

"Pertama, dari sisi ekonomi. Yakni, menciptakan instabilitas ekonomi melalui kenaikan harga kebutuhan pokok rakyat seperti BBM, gas elpiji, listrik, beras, transportasi dan lain-lain," terangnya.

Kedua, lanjut Bamsoet, melalui aspek hukum dengan membuat gerakan sistematis melalui upaya pelemahan pemberantasan korupsi serta menciptakan ketidakpastian hukum dan sebagainya.

"Ketiga, dari sisi kehidupan sosial masyarakat. Yakni, menciptakan rasa ketakutan dan ketidaknyaman rakyat dengan meningkatnya tindakan kekerasan. Mulai dari fenomena para begal motor, terorisme ISIS dan bentuk kriminal lainnya," terangnya.

Terakhir, kata Bamsoet, dari sisi politik yakni dengan menciptakan turbolensi politik di parlemen melalui pertikaian partai politik. Tujuannya, agar menimbulkan kegaduhan yang diharapkan melahirkan kebencian serta antipati partai politik kepada pemerintah, khususnya kepada Presiden Jokowi.

"Dan Yasonna diduga menjadi bagian dari skenario itu yang bertugas menciptakan turbolensi politik untuk menggoyang Jokowi tersebut. Jadi, wajar kalau Yasonna bersikap tidak menghormati keputusan hukum PTUN."

"Baik terhadap keputusan PTUN terhadap Golkar maupun keputusan PTUN terhadap PPP. Tujuannya sangat jelas. Ya itu tadi. Agar instabilitas politik tetap terjaga. Dan Jokowi tidak bisa bekerja," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Soal Isu Jokowi Jadi...
Soal Isu Jokowi Jadi Ketum Golkar, JK: Jadi Pengurus Ada Aturannya
Soal Isu Jokowi Jadi...
Soal Isu Jokowi Jadi Ketum Partai Golkar, JK: Tak Penuhi Syarat
JK Sebut Jadi Ketua...
JK Sebut Jadi Ketua Umum Golkar Butuh Modal hingga Rp600 Miliar
Jokowi-Gibran Disebut...
Jokowi-Gibran Disebut Masuk Golkar, JK: Semua Bisa Masuk, Partai Terbuka
JK Ungkit Peran dalam...
JK Ungkit Peran dalam Karier Politik Jokowi, Begini Komentar Sekjen Golkar
Misbakhun Ingatkan Para...
Misbakhun Ingatkan Para Menteri Tangkap Spirit Pidato Kenegaraan Jokowi
Berita Terkini
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved