Dari TKI Kini Menjadi Profesor Ilmu Hadits

Rabu, 01 April 2015 - 10:26 WIB
Dari TKI Kini Menjadi...
Dari TKI Kini Menjadi Profesor Ilmu Hadits
A A A
Melalui perjuangan dan pengorbanan cukup panjang, Siti Mujibatun mampu mengubah nasib. Dia yang semula merasakan hidup sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di negara Timur Tengah, kini menyandang gelar profesor.

Ya, Siti kemarin dikukuhkan sebagai guru besar Ilmu Hadits Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah. Reputasi terhormat di dunia pendidikan itu tentu tak diraihnya dengan gampang, melainkan melalui perjuangan berat dan lika-liku hidup yang sulit. Jauh sebelum perempuan kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 13 April 1959 ini mampu menggapai cita-citanya di dunia pendidikan dan menyandang status guru besar di universitas ternama, dia pernah merasakan suka-dukanya menjadi TKI di Arab Saudi.

”Sebagai perempuan dari desa yang tidak paham dunia kampus dan bermodal paspasan, menjadi seorang profesor itu tidak mudah saya gapai. Saya hanya punya tekad kuat bahwa saya akan melakukan apa pun agar citacita saya terwujud,” kata dia. Siti menceritakan, setelah lulus sarjana di IAIN Walisongo Semarang yang kini menjadi UIN, dia sebetulnya berharap bisa kuliah S-2.

Namun, dia tak punya biaya. ”Saat itu mendapat beasiswa sulit sekali dan lama. Akhirnya saya diminta dosen saya untuk mencari pengalaman bermanfaat untuk karier ke depan. Saya pun nekat mendaftarkan diri menjadi TKI ke Arab Saudi,” imbuh ibu dari Fatih Ashthifani dan Addina Filwa Putri ini. Pada 1985 Siti berhasil berangkat ke Arab Saudi sebagai TKI dan bekerja kepada seorang majikan di Kota Riyadh.

Namun, karena memiliki pendidikan cukup tinggi, dia akhirnya tidak bekerja seperti TKI lain sebagai pembantu rumah tangga. Dia dipercaya mengajari anak-anak sang majikan untuk baca tulis dan pelajaran lain. ”Ya, sejenis les privat,” ujar warga Jalan Tanjungsari, Tambakaji Ngaliyan, Semarang ini. Selama 18 bulan bekerja sebagai TKI di Arab Saudi, Siti mengaku mendapat banyak pengalaman, termasuk mendalami kebudayaan negara tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW itu.

Tak hanya itu, di sana dia juga menemukan tambatan hatinya, Najamuddin, dan membangun mahligai rumah tangga. Setelah dirasa cukup mendapat pengalaman, Siti pun akhirnya kembali ke Tanah Air. Di Indonesia dia kemudian diminta IAIN Walisongo Semarang untuk mengabdikan ilmunya sebagai dosen.

”Dari menjadi dosen dan hasil bekerja selama di Arab Saudi itu pula saya bisa melanjutkan jenjang pendidikan S-2 dan S-3 di sini. Alhamdulillah, semua itu sudah saya lewati. Ini puncak karier dalam hidup saya yakni menjadi guru besar,” pungkasnya.

Sementara Rektor UIN Walisongo Semarang H Muhibbin mengatakan, kisah perjalanan Siti merupakan kisah inspiratif yang dapat menjadi pelecut semangat orang lain, baik dosen maupun mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Khusus untuk para dosen, Muhibbin berharap kisah kesuksesan Siti dapat dijadikan semangat melanjutkan studi.

Andika Prabowo
Kota Semarang
(bbg)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Nonton Prambanan Jazz...
Nonton Prambanan Jazz Festival Makin Seru, Nikmati Promo dan Kemudahan Transaksi dari BRI!
Kemenhaj Siapkan Manasik...
Kemenhaj Siapkan Manasik Kesehatan untuk Jemaah Haji 2027
Brigjen LMI Jadi Tersangka...
Brigjen LMI Jadi Tersangka Korupsi MBG, Qodari: Hukum Harus Tegak Tanpa Pandang Bulu
PDIP Balas PSI yang...
PDIP Balas PSI yang Ingin Jadikan Jateng 'Kandang Gajah': Jangan Terlalu Sombong!
KPK Ungkap Asal Usul...
KPK Ungkap Asal Usul Uang Dalam Amplop yang Ditinggal Bupati Kuansing saat Audiensi ke Menhut
Tekan Angka Kematian...
Tekan Angka Kematian Jemaah Haji, Menhaj: Istithaah Kesehatan Jadi PR
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved