DPR Gelar Rapim Tentukan Nasib Badrodin Haiti

Selasa, 31 Maret 2015 - 09:35 WIB
DPR Gelar Rapim Tentukan...
DPR Gelar Rapim Tentukan Nasib Badrodin Haiti
A A A
JAKARTA - Rapat pimpinan DPR pada Selasa (hari ini) akan menentukan kelanjutan nasib Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai calon kapolri. Pimpinan DPR akan menindaklanjuti surat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai permintaan persetujuan atas pencalonan Badrodin tersebut.

Dalam rapim nantinya akan ada dua hal yang kemungkinan diputuskan. Pertama, surat Presiden ditindaklanjuti ke rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk diagendakan ke paripurna agar segera dilakukan fit and proper test di KomisiIII. Kedua, pimpinan DPR memutuskan terlebih dahulu mengirimkan surat ke Presiden guna meminta penjelasan perihal dibatalkannya pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kapolri yang sebelumnya sudah mendapatkan persetujuan DPR.

Terlebih, fraksi-fraksi dari Koalisi Merah Putih (KMP) sebelumnya juga meminta agar pimpinan DPR mengembalikan surat Presiden yang belum adanya penjelasan lengkap terkait Budi Gunawan. Bahkan, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga secara tegas meminta agar Presiden terlebih dahulu memberikan penjelasan atas pembatalan pelantikan Budi Gunawan. ”Besok (hari ini) ada rapat pimpinan merumuskan apa yang harus kami laksanakan.

Pimpinan pun tidak boleh menentukan sesuatu, harus kami kembalikan ke rapat Bamus. Setelah Bamus, ada suatu pola yang nanti harus ke paripurna,” kata Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Agus Hermanto, di Jakarta, kemarin. Seperti diketahui, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI, pada Pasal 11,

DPR memiliki waktu selama 20 hari untuk menanggapi surat Presiden terkait pengajuan nama kapolri. Batas waktu itu terhitung sejak surat Presiden dibacakan di paripurna pada 23 Maret 2015 sampai 20 April 2015. Apabila sampai 20 hari DPR tidak memberikan jawaban, maka calon yang diajukan oleh Presiden dianggap disetujui oleh DPR.

”Kalau setelah itu kami rapat internal dan Komisi III menilai cukup dari menteri, ya sudah. Tapi kalau tidak berubah harus presiden sendiri kasih keterangan di DPR,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, Trimedya Panjaitan.

Rahmat sahid
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved