Ical dan Agung dkk Disarankan Gelar Munas Konsolidasi
Sabtu, 28 Maret 2015 - 07:00 WIB
Ical dan Agung dkk Disarankan Gelar Munas Konsolidasi
A
A
A
JAKARTA - Dua kelompok dalam Partai Golkar, baik kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono disarankan untuk menyudahi konflik. Keduanya disarankan melakukan konsolidasi guna menyelamatkan masa depan partai berlambang beringin ini.
"Tidak ada cara lain, kecuali menggelar musyawarah nasional (munas) konsolidasi," kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, Jumat 27 Maret 2015.
Dia yakin Golkar bisa melewati masa konflik. Sebab partai ini telah memiliki pengalaman melewati masa sulit pada tahun 1998 lalu. Bahkan partai yang sempat mau dibubarkan pada 1998 itu bisa menang pada Pemilu 2004.
"Bagaimana mungkin itu bisa kalau tanpa konsilidasi dan bersatunya kader golkar," kata Pangi. .
Oleh karena itu, kata dia, konsolidasi kader merupakan jalan satu-satunya bagi Gokar untuk melewati masa-masa konflik saat ini.
Saat ini konflik di internal Golkar meruncing. Perseteruan kubu Aburizal Bakire atau Ical dan Agung semakin panas .
Kedua belah pihak menganggap sebagai kelompok yang sah. Konflik pun merembet ke DPR. Tidak hanya dualisme kepengurusan, perpecahan juga menyebabkan dualisme struktur fraksi di DPR.
"Tidak ada cara lain, kecuali menggelar musyawarah nasional (munas) konsolidasi," kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, Jumat 27 Maret 2015.
Dia yakin Golkar bisa melewati masa konflik. Sebab partai ini telah memiliki pengalaman melewati masa sulit pada tahun 1998 lalu. Bahkan partai yang sempat mau dibubarkan pada 1998 itu bisa menang pada Pemilu 2004.
"Bagaimana mungkin itu bisa kalau tanpa konsilidasi dan bersatunya kader golkar," kata Pangi. .
Oleh karena itu, kata dia, konsolidasi kader merupakan jalan satu-satunya bagi Gokar untuk melewati masa-masa konflik saat ini.
Saat ini konflik di internal Golkar meruncing. Perseteruan kubu Aburizal Bakire atau Ical dan Agung semakin panas .
Kedua belah pihak menganggap sebagai kelompok yang sah. Konflik pun merembet ke DPR. Tidak hanya dualisme kepengurusan, perpecahan juga menyebabkan dualisme struktur fraksi di DPR.
(dam)