Sejumlah Ormas Minta Pemerintah Antisipasi Paham ISIS
Minggu, 22 Maret 2015 - 14:56 WIB
Sejumlah Ormas Minta Pemerintah Antisipasi Paham ISIS
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah pemuda organisasi keagamaan menggelar aksi menolak paham Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Mereka berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pemuda Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Mereka menghimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh bahkan ikut gerakan ISIS. Aksi menolak ISIS digelar di kawasan Car Free Day (CFD), Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (22/3/2015)
Selain berorasi, mereka juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan kekejaman ISIS mengeksekusi para tawanan.
Para pemuda juga melakukan penggalangan tanda tangan penolakan ISIS bagi pengunjung CFD. Aksi diakhiri pembakaran bendera ISIS sebagai simbol penolakan paham radikal itu.
“Ini adalah aksi nyata kami dalam penolakan paham ISIS yang saat ini sedang ramai dibicarakan. Kami lakukan di CFD ini bertujuan agar masyarakat lebih mengerti jika ISIS adalah gerakan radikal yang harus dihindari,” tutur Ketua Pengurus Cabang PMII Kota Semarang, Abdurrahman, Minggu (22/3/2015).
Abdurahman menambahkan, ISIS bukan representasi dari ajaran agama Islam. Justru gerakan tersebut dinilai telah mencoreng nama baik agama Islam.
“ISIS justru membuat pandangan masyarakat khususnya negara Eropa terhadap Islam semakin buruk. Apalagi mereka melakukan berbagai kekerasan bahkan pembunuhan keji terhadap tahanan. Itu bukanlah Islam karena Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan. ISIS ini paham radikal dan merupakan ancaman serius,” tuturnya.
Untuk itu, lanjut dia, masyarakat harus terus mendapatkan pengertian dan pemahaman tentang bahayanya gerakan ini. Dia mengingatkan masyarakat tidak akan terbuai dengan janji-janji manis ISIS.
“Selain mengajak masyarakat untuk paham dan tidak bergabung dengan ajaran ini, kami juga mendesak agar pemerintah segera menerbitkan undang-undang yang jelas untuk mengatasi ISIS di Indonesia. Selama ini belum ada hukumannya bagi mereka yang terlibat dalam gerakan ini di Indonesia,” tuturnya.
Ketua IPNU Kota Semarang Ahmad Sobarudin mengatakan, organisasinya menolak tegas paham ISIS masuk ke Indonesia. Menurut dia, ajaran itu sangat berbahaya dan jauh dari nilai-nilai Islam.
“Apalagi saat ini muncul isu dilibatkanya anak-anak dalam gerakan ISIS. Kami secara internal mengajak seluruh anggota IPNU dan pemuda pada umumnya agar tidak terprovokasi dengan hal tersebut. Intinya, ISIS is not solution for jihad,” tuturnya.
Mereka berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pemuda Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Mereka menghimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh bahkan ikut gerakan ISIS. Aksi menolak ISIS digelar di kawasan Car Free Day (CFD), Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (22/3/2015)
Selain berorasi, mereka juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan kekejaman ISIS mengeksekusi para tawanan.
Para pemuda juga melakukan penggalangan tanda tangan penolakan ISIS bagi pengunjung CFD. Aksi diakhiri pembakaran bendera ISIS sebagai simbol penolakan paham radikal itu.
“Ini adalah aksi nyata kami dalam penolakan paham ISIS yang saat ini sedang ramai dibicarakan. Kami lakukan di CFD ini bertujuan agar masyarakat lebih mengerti jika ISIS adalah gerakan radikal yang harus dihindari,” tutur Ketua Pengurus Cabang PMII Kota Semarang, Abdurrahman, Minggu (22/3/2015).
Abdurahman menambahkan, ISIS bukan representasi dari ajaran agama Islam. Justru gerakan tersebut dinilai telah mencoreng nama baik agama Islam.
“ISIS justru membuat pandangan masyarakat khususnya negara Eropa terhadap Islam semakin buruk. Apalagi mereka melakukan berbagai kekerasan bahkan pembunuhan keji terhadap tahanan. Itu bukanlah Islam karena Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan. ISIS ini paham radikal dan merupakan ancaman serius,” tuturnya.
Untuk itu, lanjut dia, masyarakat harus terus mendapatkan pengertian dan pemahaman tentang bahayanya gerakan ini. Dia mengingatkan masyarakat tidak akan terbuai dengan janji-janji manis ISIS.
“Selain mengajak masyarakat untuk paham dan tidak bergabung dengan ajaran ini, kami juga mendesak agar pemerintah segera menerbitkan undang-undang yang jelas untuk mengatasi ISIS di Indonesia. Selama ini belum ada hukumannya bagi mereka yang terlibat dalam gerakan ini di Indonesia,” tuturnya.
Ketua IPNU Kota Semarang Ahmad Sobarudin mengatakan, organisasinya menolak tegas paham ISIS masuk ke Indonesia. Menurut dia, ajaran itu sangat berbahaya dan jauh dari nilai-nilai Islam.
“Apalagi saat ini muncul isu dilibatkanya anak-anak dalam gerakan ISIS. Kami secara internal mengajak seluruh anggota IPNU dan pemuda pada umumnya agar tidak terprovokasi dengan hal tersebut. Intinya, ISIS is not solution for jihad,” tuturnya.
(dam)