Penerbangan Langsung Kuba-AS Mulai Dibuka

Kamis, 19 Maret 2015 - 10:16 WIB
Penerbangan Langsung...
Penerbangan Langsung Kuba-AS Mulai Dibuka
A A A
HAVANA - Beberapa bulan setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan niatnya untuk memulihkan hubungan diplomatiknya dengan Kuba, jalur penerbangan langsung dari Havana menuju New York dengan tujuan akhir Bandara John F Kennedy mulai diaktifkan.

Pada Selasa (17/3) waktu setempat, penerbangan langsung untuk pertama kalinya dilakukan dari Bandara Internasional Jose Marti, Havana, Kuba menuju New York dengan menggunakan pesawat sewa dan mengangkut sepuluh penumpang.

Perusahaan penerbangan Kuba yang berkantor di California melayani jalur penerbangan ini bekerja sama dengan maskapai Asuh Country. Penerbangan dilakukan dengan memakan waktu 3,5 jam. Namun, penerbangandari KubakeAS untuksementara ini baru akan beroperasi sekali dalam sepekan.

Pejabat AS dan Kuba mengatakan, penerbangan ini dapat terwujud setelah pertemuan ketiga kalinya antara AS dan Kuba terkait pemulihan hubungan kerja sama diplomatik. Sayangnya, baik Kuba maupun AS tidak memberikan rincian detail atas kemajuan kesepakatan yang telah dicapai terkait rencana pembukaan kembali kantor kedutaan di Washington dan Havana.

Kedua negara telah mencoba untuk membuat kesepakatan perihal pengoperasian kembali kantor kedutaan kedua negara, sebelum pertemuan Presiden AS Barack Obama dan Presiden Kuba Raul Castro di Panama pada 10-11 April mendatang. Menteri Luar Negeri Kuba mengatakan, pembicaraan mengenai hubungan diplomatik kedua negara menunjukkan perkembangan ke arah positif.

Juru Bicara DepartemenLuar Negeri AS Jeff Rathke mengatakan bahwa diskusi berjalan positif. Namun, kejutan tiba-tiba muncul ketika Presiden Kuba Raul Castro mengeluarkan pernyataan bernada serangan kepada AS karena menjatuhkan sanksi kepada sekutu terdekatnya, Venezuela, saat pertemuan darurat dengan pemerintahan sayap kiri Amerika Latin.

Castro mengajak untuk menanggapi tentang sanksi AS yakni penahanan terhadap tujuh pejabat Venezuela pada minggu lalu. AS menyebutkan Venezuela merupakan sebuah ancaman bagi keamanan nasional AS. Namun, Washington menegaskan bahwa sanksi terhadap Venezuela tidak akan mempengaruhi proses negosiasi dengan Kuba.

Arvin
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved