Diduga Ada Manuver Senyap Kubu Agung Pecah Belah Golkar Ical
Sabtu, 14 Maret 2015 - 13:44 WIB
Diduga Ada Manuver Senyap Kubu Agung Pecah Belah Golkar Ical
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar produk Musyawarah Nasional (Munas) Ancol, Agung Laksono terus melakukan manuver politik.
Belakangan Agung berwacana ingin merombak kepengurusan partai dan struktur Fraksi Golkar di DPR. Sejumlah loyalis Aburizal Bakrie (Ical) disebut-sebut telah menyeberang ke gerbong Agung.
Bendahara Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo mengatakan, wacana untuk merombak kepengurusan partai dan mengklaim adanya loyalis Ical yang menyeberang ke kubu Agung Laksono adalah upaya memecah belah Partai Golkar.
"Saya melihat ada upaya adu domba dengan mengklaim kubu Aburizal Bakrie sudah bergabung," kata Bambang melalui pesan singkat kepada Sindonews, Sabtu (14/3/2015).
Bambang menegaskan, bahwa kepengurusan hasil Munas Bali yang dipimpin Ketua Umum Aburizal Bakrie dan formasi Fraksi Golkar di DPR, dalam kondisi solid.
"Saya jelaskan kami tetap solid. 80 persen lebih fraksi Partai Golkar tetap solid. Di fraksi hanya ada enam sampai tujuh orang (kubu Agung) yang memang ada di sana. Kami mencium ada wacana adu domba itu," tegasnya.
Belakangan Agung berwacana ingin merombak kepengurusan partai dan struktur Fraksi Golkar di DPR. Sejumlah loyalis Aburizal Bakrie (Ical) disebut-sebut telah menyeberang ke gerbong Agung.
Bendahara Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo mengatakan, wacana untuk merombak kepengurusan partai dan mengklaim adanya loyalis Ical yang menyeberang ke kubu Agung Laksono adalah upaya memecah belah Partai Golkar.
"Saya melihat ada upaya adu domba dengan mengklaim kubu Aburizal Bakrie sudah bergabung," kata Bambang melalui pesan singkat kepada Sindonews, Sabtu (14/3/2015).
Bambang menegaskan, bahwa kepengurusan hasil Munas Bali yang dipimpin Ketua Umum Aburizal Bakrie dan formasi Fraksi Golkar di DPR, dalam kondisi solid.
"Saya jelaskan kami tetap solid. 80 persen lebih fraksi Partai Golkar tetap solid. Di fraksi hanya ada enam sampai tujuh orang (kubu Agung) yang memang ada di sana. Kami mencium ada wacana adu domba itu," tegasnya.
(maf)