Pendaftaran SNMPTN Tidak Diperpanjang

Rabu, 11 Maret 2015 - 10:13 WIB
Pendaftaran SNMPTN Tidak...
Pendaftaran SNMPTN Tidak Diperpanjang
A A A
JAKARTA - Mendekati akhir masa pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), jumlah pendaftar belum mencapai target. Namun panitia menekankan tidak ada perpanjangan waktu pendaftaran.

Koordinator Pokja Panitia SNMPTN 2015 Bambang Hermanto mengatakan, penambahan waktu pendaftaran belum dibahas Panitia Nasional meski jumlah pendaftar belum mencapai target. Memang dia mengakui jumlah pendaftar lebih sedikit dari tahun lalu. Akan tetapi Bambang menekankan, minimnya jumlah pendaftar belum menjadi alasan spesifik perpanjangan masa pendaftaran jika pada akhirnya diputuskan.

“Alasan penambahan waktu pada umumnya jika terdapat kegagalan sistem untuk jangka waktu yang cukup lama, misal sehari penuh yang berakibat merugikan siswa,” katanya kepada KORAN SINDO kemarin. Bambang mengatakan, hingga kemarin jumlah siswa yang sudah mendaftar SNMPTN 2015 sebanyak 491.965 yang berasal dari 12.358 sekolah.

Di antaranya sebanyak 81.410 adalah pemohon Bidik Misi. Dosen Unpad itu menuturkan, dari sisi jumlah unit sekolah yang siswanya sudah mendaftar, hingga hari ini meningkat dibandingkan 2014. Namun jumlah siswanya baru sekitar 62,5 % dari jumlah tahun lalu. Karena itu panitia menghimbau agar siswa segera melakukan verifikasi data prestasi akademik yang diisikan pihak sekolah yang masih tersisa dua hari lagi dan segera dilanjutkan dengan mendaftar PTN/program studi (prodi) pilihan.

Sekretaris SNMPTN 2015 Werry Darta Taifur menjelaskan, panitia memang belum dapat menyimpulkan terjadinya penurunan jumlah pendaftar dibanding tahun lalu karena masa pendaftaran masih lima hari lagi. Namun memang dia mengakui jumlah pendaftar sampai saat ini belum mendekati 500.000 orang. Padahal tahun lalu jumlah pendaftar melebihi 700.000 siswa.

Akan tetapi pihaknya optimistis dalam lima hari ke depan jumlah pendaftar masih bisa meningkat. Atau paling tidak siswa yang mendaftar kuliah melalui seleksi akademik ini sama seperti tahun lalu. “Kalaupun tidak melampaui target paling tidak kami harap jumlah pendaftar sama dengan tahun lalu,” katanya kepada KORAN SINDO kemarin.

Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang itu menjelaskan, masih minimnya jumlah pendaftar ini karena ada kecenderungan siswa yang masih bimbang untuk menentukan pilihan prodi dan PTN. Dalam beberapa talkshow yang dihadirinya, beberapa kepala sekolah menyatakan anak didiknya belum mendaftar karena sebagian dari mereka masih mencari informasi dan saling menunggu jumlah pendaftar dari sekolah tertentu dalam memilih fakultas dan prodi.

Wakil Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar mengingatkan, para siswa tidak memilih program studi kuliah karena sekadar mengikuti teman. Pasalnya, esensi dari SNMPTN, siswa yang diseleksi secara akademik adalah siswa yang mampu menyelesaikan kuliah sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Jika siswa memilih PTN atau prodi hanya ikut-ikutan teman, menurutnya, dikhawatirkan siswa itu akan terbebani saat menjalani kuliah atau dropout karena stres tidak mampu belajar dengan baik. Guru besar ilmu ekonomi itu juga berpesan, jika diterima, jangan sampai berubah pikiran. Siswa harus melakukan pendaftaran ulang di kampus penerima.

Jika sampai terjadi, kata Hermanto, hal tersebut adalah tanggung jawab sekolah. Seharusnya sekolah proaktif dan mendampingi siswanya saat mendaftar. “Jika tidak mendaftar ulang, siswa itu tidak memberikan kesempatan kepada siswa lainnya untuk lolos pada tahap selanjutnya,” ucapnya. Diketahui, jadwal pengisian dan verifikasi PDSS dilaksanakan pada 22 Januari hingga 12 Maret. Sementara pendaftaran SNMPTN pada 13 Februari–15 Maret.

Tahap selanjutnya adalah proses seleksi pada 16 Maret– 8 Mei. Panitia akan mengumumkan hasil seleksi pada 9 Mei. Adapun proses verifikasi dan/ atau pendaftaran ulang di PTN masing-masing bagi yang lulus seleksi akan dilakukan pada 9 Juni atau bersamaan dengan pelaksanaan ujian tertulis Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN).

Neneng zubaidah
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved