Ini Sejumlah Dokumen yang Diduga Dipalsukan Agung Cs
Selasa, 10 Maret 2015 - 12:54 WIB
Ini Sejumlah Dokumen yang Diduga Dipalsukan Agung Cs
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aziz Syamsuddin membenarkan pihaknya yang dipimpin Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical) bakal mengumpulkan seluruh DPD I dan II Golkar sore ini.
Menurut Azis, pertemuan selain sebagai ajang konsolidasi partai, juga untuk mengumpulkan bukti-bukti berkaitan dengan dugaan pemalsuan dokumen saat pelaksanaan Munas Golkar di Ancol yang memilih Agung Laksono sebagai ketua umum.
"Salah satunya itu (soal dokumen palsu)," ucap Azis yang juga Ketua Komisi III DPR ini saat dihubungi Sindonews, Selasa (10/3/2015).
Saat dikonfirmasi mengenai dokumen apa saja yang diduga dipalsukan kubu Agung Laksono, Aziz tak panjang berkomentar. Namun, dia menjamin dugaan dokumen palsu tersebut akan diungkap dalam pertemuan itu.
"Ya macam-macam. Saya juga belum lihat. Tapi mengacu pada pemalsuan (dokumen) Pasal 263 KUHP bisa (berbentuk) tanda tangan, absensi dengan membawa KTP palsu," ujarnya.
Dia mencontohkan, dugaan pemalsuan seperti nama orang tertentu dipakai untuk menghadiri agenda Munas Ancol. "Misalnya nama saya tapi dipake sampeyan seperti itu," tandasnya.
Pertemuan Golkar kubu Ical bersama DPD I dan II rencananya dilaksanakan di Hotel Sahid sore ini. Ical disebut akan memberikan penjelasan keabsahan Munas Bali. Selain itu, juga akan dilakukan inventarisasi dukungan para Ketua DPD Golkar terkait dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan pada Munas Ancol.
Menurut Azis, pertemuan selain sebagai ajang konsolidasi partai, juga untuk mengumpulkan bukti-bukti berkaitan dengan dugaan pemalsuan dokumen saat pelaksanaan Munas Golkar di Ancol yang memilih Agung Laksono sebagai ketua umum.
"Salah satunya itu (soal dokumen palsu)," ucap Azis yang juga Ketua Komisi III DPR ini saat dihubungi Sindonews, Selasa (10/3/2015).
Saat dikonfirmasi mengenai dokumen apa saja yang diduga dipalsukan kubu Agung Laksono, Aziz tak panjang berkomentar. Namun, dia menjamin dugaan dokumen palsu tersebut akan diungkap dalam pertemuan itu.
"Ya macam-macam. Saya juga belum lihat. Tapi mengacu pada pemalsuan (dokumen) Pasal 263 KUHP bisa (berbentuk) tanda tangan, absensi dengan membawa KTP palsu," ujarnya.
Dia mencontohkan, dugaan pemalsuan seperti nama orang tertentu dipakai untuk menghadiri agenda Munas Ancol. "Misalnya nama saya tapi dipake sampeyan seperti itu," tandasnya.
Pertemuan Golkar kubu Ical bersama DPD I dan II rencananya dilaksanakan di Hotel Sahid sore ini. Ical disebut akan memberikan penjelasan keabsahan Munas Bali. Selain itu, juga akan dilakukan inventarisasi dukungan para Ketua DPD Golkar terkait dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan pada Munas Ancol.
(kri)