Sisi Positif dan Negatif Parpol Dapat Suntikan Dana Rp1 T

Selasa, 10 Maret 2015 - 11:16 WIB
Sisi Positif dan Negatif...
Sisi Positif dan Negatif Parpol Dapat Suntikan Dana Rp1 T
A A A
JAKARTA - Wacana pemerintah untuk menggelontorkan dana Rp1 triliun untuk membantu pembiayaan partai politik (parpol) menuai pro dan kontra. Pasalnya, dana itu bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menilai, ada sisi positif dan negatif dari rencana pembiayaan itu. Positifnya. kata dia, pembiayaan bisa menjadikan partai lebih mandiri.

Karena jika partai mengandalkan pembiayaan dari saku penyumbang, maka partai hanya memperhatikan kepentingan penyumbang lalu mengabaikan kepentingan anggota partai dan rakyat dalam menentukan garis kebijakan.

"Apabila hal itu terjadi, maka posisi dan fungsi partai politik sebagai wahana memerjuangkan kepentingan anggota atau rakyat, menjadi tidak nyata," ujar Titi kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Dia menambahkan, dari pembiayaan itu negara dianggap telah menentukan bantuan strategis kepada parpol sebagai basis institusionalitas masyarakat. Kewajiban negara mengawasi secara ketat penggunaan bantuan itu.

Sisi negatifnya, menurut dia, dalam sistem kepartaian di Indonesia, parpol masih kurang terbuka dan jujur dalam melaporkan keuangannya. Sehingga dana yang dianggap begitu besar rawan disalahgunakan.

Kemudian, tambah dia, parpol harus diberi jaminan bahwa manajemen dan pengelolaan dana bantuan harus dikelola secara baik. Khususnya menyangkut kesungguhan pengurus parpol dalam mempraktikkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

"Selain itu formula dan cara menghitung besarannya harus jelas. Jangan hanya asal sebut Rp1 triliun tapi tidak jelas asal usulnya," tuntasnya.

Sebelumnya Mendagri Tjahjo Kumolo sempat menyatakan, perlu adanya wacana jangka panjang dari pemerintah untuk membiayai parpol dengan APBN. Jika didukung oleh DPR dan masyarakat pro demokrasi, ia mengusulkan dana Rp1 triliun untuk parpol dari APBN. Saran ini, kata Tjahjo, hanyalah saran pribadinya bukan karena jabatannya sebagai Menteri Dalam Negeri.

"Khususnya untuk meningkatkan transparansi dan demokrasi dengan memikirkan membiayai parpol melalui APBN dengan rincian satu parpol misalnya maximal Rp1 triliun, setelah adanya hasil pemilu parpol yang memenuhi threshold 2019 misalnya," ujar Tjahjo melalui keterangan tertulis kepada media, Minggu 8 Maret 2015.
(kri)
Berita Terkait
Partai Masyumi Resmi...
Partai Masyumi Resmi Kembali Dideklarasikan Dalam HUT ke-73
Suharso Monoarfa Terpilih...
Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Secara Aklamasi
Partai Perindo Tegaskan...
Partai Perindo Tegaskan Politik sebagai Pengabdian, Bukan Perebutan Kekuasaan
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Jadi Caleg Butuh Uang...
Jadi Caleg Butuh Uang Banyak, Prabu Revolusi: Banyak Persepsi yang Salah soal Calon Legislatif
Aiman Witjaksono dan...
Aiman Witjaksono dan Prabu Revolusi Blak-Blakan soal Alasan Terjun ke Politik
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved