Kubu Agung Pengin Kursi Ketua DPR, Ini Respons Setya Novanto
Senin, 09 Maret 2015 - 19:23 WIB
Kubu Agung Pengin Kursi Ketua DPR, Ini Respons Setya Novanto
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Partai Golkar produk Musyawarah Nasional (Munas) Bali, Setya Novanto angkat bicara terkait rencana Golkar kubu Agung Laksono yang akan mencopotnya sebagai Ketua DPR.
Wacana pencopotan Setya Novanto ini mulai bergulir setelah Agung Cs merasa dimenangkan oleh sidang Mahkamah Partai Golkar, pekan lalu.
Diakui Setya, kini dirinya sudah tidak lagi memosisikan diri pada salah satu kubu Partai Golkar yang tengah berseteru.
"Kita harapkan, saya tidak berdiri pada satu kelompok, tetapi keluarga besar DPR," kata Setya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2015).
Pada kesempatan itu, Setya mengatakan, keberadaannya sebagai pemimpin tertinggi di parlemen merupakan kepanjangan tangan dari Partai Golkar.
Sebagai politikus yang dibesarkan oleh Partai Golkar, Setya mengaku akan mengikuti peraturan anggaran dasar dan rumah tangga serta tata tertib yang ada di partai.
"Tentu kita harapkan semua bisa berjalan baik dan tetap semua keluarga besar kader Golkar, saya sebagai kader akan ikuti aturan yang ada," pungkas Setya.
Wacana pencopotan Setya Novanto ini mulai bergulir setelah Agung Cs merasa dimenangkan oleh sidang Mahkamah Partai Golkar, pekan lalu.
Diakui Setya, kini dirinya sudah tidak lagi memosisikan diri pada salah satu kubu Partai Golkar yang tengah berseteru.
"Kita harapkan, saya tidak berdiri pada satu kelompok, tetapi keluarga besar DPR," kata Setya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2015).
Pada kesempatan itu, Setya mengatakan, keberadaannya sebagai pemimpin tertinggi di parlemen merupakan kepanjangan tangan dari Partai Golkar.
Sebagai politikus yang dibesarkan oleh Partai Golkar, Setya mengaku akan mengikuti peraturan anggaran dasar dan rumah tangga serta tata tertib yang ada di partai.
"Tentu kita harapkan semua bisa berjalan baik dan tetap semua keluarga besar kader Golkar, saya sebagai kader akan ikuti aturan yang ada," pungkas Setya.
(maf)