Korsel Curigai Keterlibatan Korut

Sabtu, 07 Maret 2015 - 09:46 WIB
Korsel Curigai Keterlibatan...
Korsel Curigai Keterlibatan Korut
A A A
SEOUL - Kepolisian Korea Selatan (Korsel) menyelidiki kemungkinan adanya keterkaitan serangan pisau terhadap Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Korsel Mark Lippert dengan beberapa kunjungan pelaku penyerangan ke Korea Utara (Korut).

Polisi berusaha mendakwa penyerang dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Penyerang yang diidentifikasi bernama Kim Ki-jong ini diduga telah merencanakan penyerangan terhadap Lippert. Tim investigasi mengatakan, polisi telah meminta surat perintah penahanan untuk menangkap Ki-jong. Pria berusia 55 tahun ini juga akan menghadapi tuduhan penyerangan utusan asing dan menghalangi operasi bisnis.

Polisi sudah menggeledah rumah Ki-jong untuk mencari bukti apakah ia mendukung Korut atau tidak. Tindakan ini diambil setelah penyidik menemukan catatan tujuh kunjungan Ki-jong ke Korut antara 1999-2007. Penyidik menduga adanya hubungan antara kunjungan itu dengan serangan terhadap Lippert.

“Kami sedang menyelidiki apakah ada hubungan kunjungan tersangka ke Korut dengan kejahatan yang dilakukan terhadap duta besar AS,” ujar Yoon Myeong-seong, kepala polisi Distrik Jongno, Seoul dikutip Reuters, kemarin. Menurut Kementerian Unifikasi Korsel, Ki-jong pernah mengajukan permintaan ke daerah perbatasan tepatnya di daerah Kaesong untuk melakukan penanaman pohon. Inilah yang memunculkan dugaan adanya keterkaitan antara penyerangan yang dilakukan Kijong dan Korut.

Namun, kemarin Ki-jong membantah tuduhan tersebut. Dia menegaskan tindakannya tidak memiliki hubungan apa pun dengan Korut. Kim menyebut tuduhan itu sebagai omong kosong dan menampik jika dirinya pernah ke daerah perbatasan. Dia menegaskan tidak pernah terhubung ke Korut dengan cara apa pun.

Tim investigasi akan terus melakukan penyidikan untuk mengurai kasus ini, sementara motif serangan menurut polisi adalah kebencian Ki-jong terhadap rencana latihan militer gabungan Korsel-AS. Setelah tragedi tersebut, Korsel memerintahkan peningkatan keamanan bagi misi diplomatik termasuk Kedutaan AS. Polisi juga menjamin perlindungan ekstra untuk Lippert.

Kendati serangan Lippert dikait- kaitkan dengan Korut, pemerintah Korsel tidak berniat menghentikan latihan gabungan dengan AS. Sebaliknya, kedua negara justru semakin yakin untuk terus mengasah keterampilan militernya.

Rini agustina
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved