Pohon Legendaris Inggris Gagal Menangi Perlombaan

Jum'at, 06 Maret 2015 - 11:44 WIB
Pohon Legendaris Inggris...
Pohon Legendaris Inggris Gagal Menangi Perlombaan
A A A
Pohon oak (ek) yang sering disebut dalam legenda Robin Hood, gagal memenangi perlombaan pohon terbaik di Eropa. Pohon oak yang berada di Sherwood Forest, Nottinghamshire, Inggris ini diperkirakan telah berumur 1.000 tahun.

Padahal, pohon oak itu masuk bersama dengan 13 pohon dalam nominasi pohon favorit masyarakat Eropa. Sebelumnya, pohon oak itu berhasil menang dalam ajang kompetisi Pohon Terbaik Inggris. Namun, pohon itu kalah dalamkompetisipohonse-Eropa yang dimenangi pohon dari Estonia. Dewan Kota Nottinghamshire mengatakan, sangat menyenangkan kompetisi ini menaikkan profil dari Pohon Oak.

“Kamisangat senangpohon Major Oak telah mendapat profil cukup tinggi selama kompetisi dan kami berharap ini akan mendorong para tetangga Eropa kami untuk mengunjungi daerah asal Robin Hood yang menjadi ikon ini,” ucap Anggota Dewan John Knight, ketua Komite Kebudayaan Nottinghamshire, dilansir BBC.

Karena itu menyangkut kepentingan nasional, tindakan konservasi terhadap pohon ini telah dilakukan secara terusmenerus sejak 1908. Tiang baja diletakkan untuk menopangnya, para ahli memeriksa perkembangannya secara berkala. Awalnya pohon ini diketahui bernama Cockpen Tree, bagian interior yang memiliki rongga digunakan untuk paruh ayam untuk bertarung.

Pada 1790, Major Hayman Rooke dalam bukunya menyebut pohon ini dan kemudian pohon ini dikenal dengan nama The Major Oak. Sementara itu, pohon yang menyabet gelar terbaik se- Eropa tumbuh di lapangan sepak bola di Estonia, mengantongi suara 32% dari total pemilih 185.000 orang di Eropa. Pohon The Major Oak berada pada urutan ke-6 dengan 9.941 pemilih.

Sementara perwakilan dari Skotlandia dengan Pohon Lady berada pada urutan sembilan. Pohon Lonely dari Llanfyllin, Wales menempati posisi sepuluh. Perhatian terhadap pohon kuno harus ditingkatkan. Jill Butler, seorang pakar pohon kuno dari Woodland Trust, berkata, “Ini terbukti bahwa saudara kami lainnya di Eropa telahmelestarikanpohon-pohon khusus yang memiliki nilai budaya tinggi dan ini yang juga harus kita berlakukan di Inggris.”

Arvin
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved