Hillary Minta E-mail Pribadinya Dibeberkan

Jum'at, 06 Maret 2015 - 11:44 WIB
Hillary Minta E-mail...
Hillary Minta E-mail Pribadinya Dibeberkan
A A A
WASHINGTON - Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton meminta Departemen Luar Negeri untuk membuka email pribadinya. Penegasan bakal calon presiden AS dari Partai Demokrat itu setelah kubu Partai Republik menuding Hillary mempergunakan e-mail pribadi untuk urusan kerja.

“Saya ingin publik melihat email saya. Saya minta Departemen Luar Negeri untuk membeberkan e-mail itu. Mereka akan mengkaji e-mail untuk dirilis secepatnya,” kata Hillary pada Rabu (4/3) malam waktu setempat, dilansir AFP. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf mengungkapkan, pihaknya akan mengkaji perilisan e-mail itu dalam proses normal.

Penggunaan e-mail pribadi untuk kepentingan resmi merupakan bentuk pelanggaran undang-undang federal AS. Saat menjabat menlu dari 2009 hingga 2013, Hillary tidak memiliki e-mail resmi, melainkan menggunakan e-mail pribadi untuk kepentingan jabatannya. Atas dasar itulah, Hillary harus tersandera “e-mailgate “ yang membelenggunya menjelang pemilu presiden AS pada 2016.

Sebelumnya anggota Kongres Partai Republik Trey Gowdy mengatakan, Hillary diberi waktu dua minggu untuk menyerahkan semua e-mailnya sebelum surat penyelidikan dikeluarkan. “Sekarang kita harus pergi ke sumbernya, yang dalam hal ini adalah Hillary,” kata Gowdy yang menjabat komite penyelidikan kasus Hillary.

Bukan hanya diserang dalam kasus e-mail, Partai Republik juga mengusut ketidakmampuan Hillary saat terjadi serangan terhadap Konsulat Jenderal AS di Benghazi, Libya, pada 2012. Para politisi Partai Republik berpendapat Hillary tidak bertindak untuk mencegah serangan yang menewaskan Duta Besar Chris Stevens dan tiga orang lainnya.

Kemudian, bulan lalu Hillary juga dikritik karena Yayasan Clinton yang dikelola keluarganya menerima dana dari pemerintah asing. Anggota Kongres dari Partai Demokrat Elijah Cummings mengungkapkan, tindakan Partai Republik untuk membentuk Komite Benghazi dan email pribadi merupakan bentuk serangan terhadap Hillary.

Sedangkan beberapa bakal calon presiden dari Partai Republik seperti Jeb Bush telah memanfaatkan skandal itu untuk menyerang Hillary. Kemudian, mantan Gubernur Texas Rick Perry yang tertarik mencalonkan diri sebagai kandidat calon presiden dari Partai Republik juga ikut berbicara tentang “e-mailgate“. “Ini pola yang tidak transparan,” kritik Perry kepada Fox News.

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved