Kerap Jadi Sasaran Kekerasan dalam Rumah Tangga

Rabu, 25 Februari 2015 - 13:33 WIB
Kerap Jadi Sasaran Kekerasan...
Kerap Jadi Sasaran Kekerasan dalam Rumah Tangga
A A A
Data yang dirilis Pusat Penelitian Kebijakan Alkohol Australia (CAPR) menunjukkan lebih dari satu juta anak di Australia terpengaruh alkohol atau barang-barang sejenis lainnya.

Ironisnya, hasil penelitian menunjukkan konsumsi alkohol berkaitan erat dengan kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga.

Sebanyak 140.000 anak terpengaruh alkohol secara langsung. Sementara lebih dari 10.000 anak masuk dalam sistem perlindungan anak karena masalah alkohol bawaan. Data mengenai hubungan antara konsumsi alkohol dan kekerasan dalam rumah tangga tersebut dirilis bersamaan dengan rencana Australia untuk mengatur skema yang mempertegas peraturan terkait kekerasan dalam keluarga dan kaum Hawa.

CAPR didirikan oleh para aktivis penentang kekerasan dalam rumah tangga bersama Rosie Batty, peraih Australian of The Year 2015. Menurut data statistik dari pemerintah Australia, kekerasan dalam rumah tangga mengakibatkan satu wanita Australia meninggal setiap minggu. Isu ini menjadi pusat perhatian pada tahun lalu, ketika Luke, anak lelaki Batty, tewas dibunuh ayah kandungnya sendiri, Greg Anderson, di tempat umum ketika berlatih olahraga kriket pada Februari 2014.

Setelah kematian anaknya, Batty kerap muncul di depan untuk memberikan advokasi terhadap para wanita dan anakanak yang mengalami korban kekerasan. Ia mengabdikan dirinya serta mencurahkan semua kemampuannya untuk melakukan pencegahan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di Australia.

Moo Baulch, CEO DVNSW, organisasi yang fokus menangani masalah kekerasan dalam rumah tangga, berharap penelitian ini dapat menciptakan perkembangan kebijakan yang akan mengurangi kekerasan dalam rumah tangga. “Kekerasan dalam rumah tangga adalah sebuah penyalahgunaan kekuatan dan kendali. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga,” tutur Baulch dilansir BBC.

Sebuah studi dilakukan untuk mengkaji pengaruh alkohol terhadap anak- anak dan keluarga. Survei yang dibiayai Yayasan untuk Pendidikan dan Penelitian Alkohol (FARE) itu memberikan bukti nyata bahwa terdapat kaitan erat dalam keluarga yang terpengaruh alkohol dengan permasalahan kekerasan rumah tangga. “Pemerintah harus merangkul lewat pendekatan kesehatan masyarakat dengan menekankan tindakan pencegahan sebagai inti kekuatannya,” ujar Direktur FARE Michael Thorn.

Arvin
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Kembali Bertambah, 5...
Kembali Bertambah, 5 Orang Meninggal Dunia saat Latsarmil Calon Manajer KDKMP/KNMP
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved