Aksi Saling Serang Rawan Picu Perpecahan

Selasa, 24 Februari 2015 - 11:08 WIB
Aksi Saling Serang Rawan...
Aksi Saling Serang Rawan Picu Perpecahan
A A A
JAKARTA - Sikap saling serang dengan menunjukkan kelemahan lawan yang dilakukan pendukung kandidat ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), berpotensi meningkatkan ketegangan politik menjelang pelaksanaan kongres di Bali pada 28 Februari-2 Maret 2015.

“Seharusnya mereka bisa bersaing dan berkompetisi secara elegan mengingat mereka adalah politisi-politisi senior. Itu juga demi menjaga kesatuan PAN pascakongres nanti,” ujar Direktur Eksekutif Polcomm InstituteHeri Budianto kemarin.

Heri juga menyarankan tim sukses kedua kubu untuk tidak saling menjatuhkan satu sama lain. Menjelang pemilihan ketua umum, yang seharusnya dilakukan adalah mengonstruksi opini positif yang dapat menjadi motivasi bagi kader PAN. “Jika cara-cara kritik dan saling klaim keberhasilan yang dipakai, itu salah sasaran dan akan berujung pada sikap saling menjatuhkan” jelas pengamat politik dari Universitas Mercu Buana itu.

Menurut Heri, sebaiknya perang konsep dan gagasan yang ditonjolkan oleh dua calon ketua umum. Bagaimana mencitrakan PAN sebagai partai terbuka yang multikultur justru dapat membuat pemilik suara tertarik memilihnya.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Dradjad Wibowo mengkritisi kinerja Zulkifli sewaktu menjadi sekretaris jenderal (sekjen) PAN yang disebutnya tidak baik, sehingga perolehan suara PAN mencapai titik terendah selama empat kali PAN mengikuti pemilu. “Perolehan suara terendah dalam sejarah PAN terjadi pada Pemilu 2009, baik dari jumlah maupun persentase suara,” kata Dradjad melalui siaran persnya kemarin.

Dradjad mengatakan, penurunan suara terendah itu terjadi di periode kepengurusan DPP PAN 2005-2010, dengan Ketua Umum Sutrisno Bachir, Sekjen Zulkifli Hasan, Bendahara Umum Asman Abnur, dan Ketua Bappilu Totok Daryanto. “Ketua Fraksi PAN DPR menjelang pemilu itu adalah Zulkifli Hasan,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan Dradjad, Zulkifli Hasan mengaku tidak ingin mengomentari jauh. “Mas Dradjad itu teman saya. Dia itu ekonom yang baik. Gitu ya,” kata Zulkifli kepada wartawan di Gedung DPR kemarin.

Zulkifli justru mengharapkan PAN mengedepankan semangat kekeluargaan agar kongres bisa berlangsung damai. Dia juga menepis dukungan yang didapatnya karena pengaruh Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amien Rais.

“Amien tidak dukung-mendukung. Tradisinya bagus, Pak Amien hanya ingin PAN punya tradisi ketua umum satu kali,” ujarnya.

Kiswondari/ Mula akmal
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved