Pemkot Bogor Kaji Penerapan Satu Arah

Kamis, 19 Februari 2015 - 10:26 WIB
Pemkot Bogor Kaji Penerapan...
Pemkot Bogor Kaji Penerapan Satu Arah
A A A
BOGOR - Polres Bogor Kota dan Pemkot Bogor berencana memberlakukan sistem satu arah (SSA) arus lalu lintas di sekitar Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor (KRB). Kebijakan ini diambil seiring peningkatan aktivitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor.

Penerapan ini akan diberlakukan di Jalan Ir H Juanda, Otto Iskandar Dinata (Ottista), dan Jalan Jalak Harupat. Saat ini kebijakan tersebut masih dalam pengkajian terkait kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Kota AKP Irwandi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Jawa Barat terkait rencana ini.

Polisi siap melakukan penerapan SSA dengan catatan ada perbaikan rute yang bisa digunakan untuk jalur alternatif. “Ya, ini kan masih sedang melakukan kajian untuk penerapan satu jalur. Tentunya jalur lain (alternatif) juga harus dibenahi sebagai solusi yang akan digunakan para pengendara,” katanya di Balai Kota Bogor kemarin.

Irwandi menjelaskan, kajian dilakukan secara menyeluruh agar program ini bisa segera diterapkan. Seiring penerapan SSA ini, Pemkot Bogor juga berencana mengubah rute angkutan umum. “Jadi jangan terburu- buru melakukan penerapannya karena banyak yang harus dikaji,” ujarnya. Terkait peningkatan kegiatan Presiden Jokowi di Bogor, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memprioritaskan penataan transportasi dan unit teknis pendukung lain.

Alasannya, Kota Bogor dapat dianggap sebagai daerah yang layak dikunjungi tamu-tamu negara. Selain rencana pemberlakuan SSA, angkot akan dijadikan feeder di pinggiran kota. Untuk transportasi massal di tengah kota diberdayakan bus Transpakuan. Saat ini arus lalu lintas di sekitar Kebun Raya dan Istana Bogor masih menggunakan sistem contra flow.

Ketua Penataan Transportasi dan Sistem Tata Praja Kota Bogor Suharto menjelaskan, ada beberapa pilihan sosialisasi sebelum penerapan SSA di-jalankan. Salah satunya penerapan akan dilakukan untuk kendaraan pribadi terlebih dahulu. “Jadi untuk angkot sementara menggunakan rute biasa. Nah, kalau kendaraan pribadi, nanti hanya ada dari satu arah,” ucapnya.

Haryudi
(bbg)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved