Kepemimpinan Jokowi Dinilai Tak Sesuai Janji Kampanye 2014
Rabu, 18 Februari 2015 - 20:34 WIB
Kepemimpinan Jokowi Dinilai Tak Sesuai Janji Kampanye 2014
A
A
A
JAKARTA - Rasa tidak puas sejumlah kalangan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai muncul. Berbagai janji Jokowi ketika kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu juga mulai ditagih.
Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Sulawesi Selatan (Sulsel) menilai Jokowi telah mengingkari janjinya untuk membentuk kabinet ramping. Bahkan, Jokowi dituding melakukan bagi-bagi kekuasaan dan membuat kebijakan bersifat kontroversi.
"Pengangkatan Kejaksaan Agung dari politisi, kenaikan harga BBM yang berdampak kenaikan bahan pokok menyusahkan rakyat, sampai sikap tak acuh atas kisruh KPK dengan Polri. Bahkan perpanjangan kontrak dengan pihak asing yaitu freeport," ujar Koordinator Prodem Sulsel, Uchu Mattawang dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Rabu (18/2/2015).
Dia menilai kepemimpinan Jokowi semakin mencemaskan kondisi nasional saat ini. "Kami meminta Jokowi mundur dengan membuat petisi, karena kami tidak percaya lagi dengan Pemerintahan Jokowi," cetusnya.
Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Sulawesi Selatan (Sulsel) menilai Jokowi telah mengingkari janjinya untuk membentuk kabinet ramping. Bahkan, Jokowi dituding melakukan bagi-bagi kekuasaan dan membuat kebijakan bersifat kontroversi.
"Pengangkatan Kejaksaan Agung dari politisi, kenaikan harga BBM yang berdampak kenaikan bahan pokok menyusahkan rakyat, sampai sikap tak acuh atas kisruh KPK dengan Polri. Bahkan perpanjangan kontrak dengan pihak asing yaitu freeport," ujar Koordinator Prodem Sulsel, Uchu Mattawang dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Rabu (18/2/2015).
Dia menilai kepemimpinan Jokowi semakin mencemaskan kondisi nasional saat ini. "Kami meminta Jokowi mundur dengan membuat petisi, karena kami tidak percaya lagi dengan Pemerintahan Jokowi," cetusnya.
(kur)