Jerman Apresiasi Efektivitas Multipartai

Selasa, 17 Februari 2015 - 13:27 WIB
Jerman Apresiasi Efektivitas...
Jerman Apresiasi Efektivitas Multipartai
A A A
JAKARTA - Sistem politik Indonesia yang menganut presidensial dengan multipartai mendapatkan apresiasi dari Yayasan Hanns-Seidel Foundation, sebuah yayasan milik partai penguasa di Jerman.

Mereka memandang positif sistem multipartai yang efektivitasnya di parlemen tetap bisa terjaga. “Perkembangan politik di Indonesia ternyata menarik perhatian masyarakat Jerman. Sistem multipartai, keberadaan parlemen, dan bentuk negara di Indonesia menjadi topik perbincangan,” kata Ketua DPR Setya Novanto seusai bertemu dengan Ketua Hanns-Seidel Foundation Ursula Mannle di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Menurut Setya, Hanns-Seidel Foundation tertarik menanyakan komposisi fraksi di DPR yang berjumlah sepuluh fraksi. Pasalnya, di Jerman hanya ada partai pemerintah dan partai oposisi. Menghadapi pertanyaan itu, Setya kemudian menjelaskan bahwa saat ini ada efektivitas peran antara eksekutif dan legislatif.

“Dulu DPR dan pemerintah selalu bertentangan. Tapi kini perbedaan itu tidak setajam dulu, yang selalu menimbulkan instabilitas politik di dalam negeri. Hubungan konstruktif antara pemerintah dan DPR sekarang ditujukan untuk kemajuan rakyat,” kata dia. Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang ikut mendampingi Setya Novanto menyatakan pihaknya memang berada di luar pemerintahan, tapi selalu mendukung program pemerintah sepanjang kebijakan itu betulbetul prorakyat.

Dia mengungkapkan, kritik tetap dilakukan untuk mengontrol dan memberi jalan alternatif dan mengawal jalannya pemerintahan sesuai jalur yang benar. Mendengar penjelasan pimpinan DPR tersebut, delegasi Hanns-Seidel yang dipimpin Ursula Mannle menyampaikan kekagumannya. Mereka kagum karena dengan sepuluh fraksi yang ada di DPR, stabilitas politik tetap terjamin di Indonesia.

Dalam kesempatan pertemuannya dengan pimpinan DPR, Ursula Mannle mengungkapkan bahwa di Jerman hampir semua partai memiliki yayasan sendiri. Anggaran semua yayasan politik itu didapat dari parlemen. Kegiatan yayasan ini lebih banyak di dunia politik, seperti mendanai pendidikan politik bagi kaum muda Jerman yang ingin terjun ke dunia politik.

Tukar-menukar informasi dan pengetahuan seputar dunia politik di kedua negara terus diperbincangkan. Di Jerman, partai penguasa sangat menentukan arah kebijakan negara. Adapun partai oposisi menjadi pengkritik kebijakan pemerintah.

Rahmat sahid
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Roy Suryo Soroti Karya...
Roy Suryo Soroti Karya Jurnalistik Dijadikan Bukti dalam Dakwaan Dokter Tifa
Menhut Tegaskan Amplop...
Menhut Tegaskan Amplop Bupati Kuansing Dikembalikan dan Tak Ada Pelepasan Hutan
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Transformasi Polri di Era Listyo Sigit Dapat Apresiasi
Kemandirian Fiskal Tertinggi...
Kemandirian Fiskal Tertinggi Kategori Kota se-Indonesia, Semarang Ditetapkan Jadi Transformer City
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved