Alasan Komisi III Panggil Tjahjo dan Hendropriyono
Sabtu, 14 Februari 2015 - 17:21 WIB
Alasan Komisi III Panggil Tjahjo dan Hendropriyono
A
A
A
JAKARTA - Komisi III DPR mengundang mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) AM Hendropriyono dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pada Senin 17 Februari mendatang.
Keduanya dipanggil untuk dimintai keterangan mengenai pernyataan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.
Dalam pemanggilan itu, Tjahjo dalam kapasitasnya sebagai mantan Sekjen PDIP dan Hendropriyono sebagai mantan tim sukses Jokowi saat pilpres lalu.
Selama ini Hasto mengumbar tentang pertemuan antara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan elite PDIP menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014.
Hasto juga sudah menyampaikan hal tersebut secara langsung di hadapan Komisi III DPR dan Tim Pengawas KPK
Menurut Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat, keterangan Tjahjo dan Hendropriyono diperlukan untuk mengklarifikasi keterangan Hasto terkait pertemuan Abraham dan elite PDIP.
"Bagi kita penting mengklarifikasi sejauh mana keterangan saudara Hasto mengandung kebenaran. Karena disebut nama-nama orang yang penting," kata Martin seusai diskusi Polemik Sindo Trijaya Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (14/2/2015).
Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, komisinya hanya ingin mengklarifikasi tudingan Hasto terhadap Abraham.
"Saya kira hanya bertanya saja apa betul ada, kalau betul ada dimana dan apa betul membicarakan soal pencalonan abraham samad sebagai cawapres," imbuhnya.
Jika Abraham menawarkan diri sebagai calon wakil presiden atau menjanjikan sesuatu sesuai jabatannya, kata dia, hal itu sebuah kesalahan.
"Itu sudah salah besar. Tapi kalalu sekiranya itu tidak betul bahwa apa yang dikatakan Hasto sama sekali salah, kan kita bisa tahu," tegasnya.
Keduanya dipanggil untuk dimintai keterangan mengenai pernyataan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.
Dalam pemanggilan itu, Tjahjo dalam kapasitasnya sebagai mantan Sekjen PDIP dan Hendropriyono sebagai mantan tim sukses Jokowi saat pilpres lalu.
Selama ini Hasto mengumbar tentang pertemuan antara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan elite PDIP menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014.
Hasto juga sudah menyampaikan hal tersebut secara langsung di hadapan Komisi III DPR dan Tim Pengawas KPK
Menurut Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat, keterangan Tjahjo dan Hendropriyono diperlukan untuk mengklarifikasi keterangan Hasto terkait pertemuan Abraham dan elite PDIP.
"Bagi kita penting mengklarifikasi sejauh mana keterangan saudara Hasto mengandung kebenaran. Karena disebut nama-nama orang yang penting," kata Martin seusai diskusi Polemik Sindo Trijaya Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (14/2/2015).
Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, komisinya hanya ingin mengklarifikasi tudingan Hasto terhadap Abraham.
"Saya kira hanya bertanya saja apa betul ada, kalau betul ada dimana dan apa betul membicarakan soal pencalonan abraham samad sebagai cawapres," imbuhnya.
Jika Abraham menawarkan diri sebagai calon wakil presiden atau menjanjikan sesuatu sesuai jabatannya, kata dia, hal itu sebuah kesalahan.
"Itu sudah salah besar. Tapi kalalu sekiranya itu tidak betul bahwa apa yang dikatakan Hasto sama sekali salah, kan kita bisa tahu," tegasnya.
(dam)