Ancaman ke KPK Efek Lambannya Penyelesaian Jokowi
Kamis, 12 Februari 2015 - 11:25 WIB
Ancaman ke KPK Efek Lambannya Penyelesaian Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Pengakuan adanya ancaman yang disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dinilai buntut dari konflik dengan Polri yang tak juga tuntas.
Ketua DPP Partai Golkar Tantowi Yahya menilai, lantaran tak ada penyelesaian perseteruan dua lembaga ini memaksa persoalan menjadi lebih luas dan dimanfaatkan orang tidak bertanggungjawab.
"Itu karena tidak diselesaikan secara segera, sehingga konflik ini melebar kemana-mana," kata Tantowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2/2015).
Selain itu, dalam persoalan ini Tantowi tak menginginkan adanya politisasi yang dimanfaatkan orang-orang berkepentingan. Dirinya pun menunggu keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) apakah akan melantik Komjen Pol Budi Gunawan atau tidak.
Mengingat, awal mula konflik KPK-Polri setelah Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka satu hari sebelum menjalani fit and proper test.
Lantaran dirasa janggal, pihak Budi Gunawan pun mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hingga kini persidangan pun terus berlanjut.
"Kalau dari Golkar kan jelas kami tidak ingin ada politisasi dari konflik ini dan menunggu praperadilan dan menunggu keputusan presiden."
"Ya presiden kan sesuai beberapa pernyataan di berbagai kesempatan, paling lambat minggu depan sudah mengambil keputusan, jadi kita tunggu saja," pungkasnya.
Ketua DPP Partai Golkar Tantowi Yahya menilai, lantaran tak ada penyelesaian perseteruan dua lembaga ini memaksa persoalan menjadi lebih luas dan dimanfaatkan orang tidak bertanggungjawab.
"Itu karena tidak diselesaikan secara segera, sehingga konflik ini melebar kemana-mana," kata Tantowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2/2015).
Selain itu, dalam persoalan ini Tantowi tak menginginkan adanya politisasi yang dimanfaatkan orang-orang berkepentingan. Dirinya pun menunggu keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) apakah akan melantik Komjen Pol Budi Gunawan atau tidak.
Mengingat, awal mula konflik KPK-Polri setelah Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka satu hari sebelum menjalani fit and proper test.
Lantaran dirasa janggal, pihak Budi Gunawan pun mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hingga kini persidangan pun terus berlanjut.
"Kalau dari Golkar kan jelas kami tidak ingin ada politisasi dari konflik ini dan menunggu praperadilan dan menunggu keputusan presiden."
"Ya presiden kan sesuai beberapa pernyataan di berbagai kesempatan, paling lambat minggu depan sudah mengambil keputusan, jadi kita tunggu saja," pungkasnya.
(kri)