Ratusan Mobil Bertabrakan, Dua Orang Tewas
Kamis, 12 Februari 2015 - 10:09 WIB
Ratusan Mobil Bertabrakan, Dua Orang Tewas
A
A
A
SEOUL - Tabrakan beruntun terjadi di Incheon, Korea Selatan (Korsel), kemarin pagi. Sedikitnya dua orang meninggal dan 65 orang luka-luka dalam insiden yang melibatkan sekitar 100 mobil tersebut.
Penyebab kecelakaan diduga kuat adalah kabut asap yang tebal dan jalan yang licin setelah lokasi kejadian diguyur hujan. Sebagian besar korban merupakan warga Korsel, termasuk dua orang yang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Menurut kepolisian setempat, lima korban selamat yang sudah diidentifikasi merupakan warga negara asing (WNA). Namun, polisi tidak menyebutkan kondisi lima korban tersebut.
Berdasarkan laporan media Korea, beberapa WNA asal China, Thailand, Vietnam, Jepang, Rusia, Bangladesh, dan Swiss masuk dalam daftar 65 korban luka-luka. Jumlah korban luka-luka masih bisa bertambah sebab sampai berita ini diturunkan polisi masih mengevakuasi sisa korban dan kendaraan. Kecelakaan terjadi pada pukul 09.30 waktu setempat di atas jembatan panjang yang menghubungkan Seoul dengan Bandara Internasional Incheon.
Pada pagi hari situasi di jembatan itu cukup berbahaya dan riskan. Kabut tebal yang menyelimuti sebagian wilayah Incheon membatasi jarak pandang sekitar 15 meter. Polisi masih menyelidiki kasus ini. Mereka memperkirakan kecelakaan diawali sebuah bus yang menabrak bagian belakang mobil. Tabrakan beruntun sulit dihindarkan karena saat itu situasi lalu lintas cukup padat. Semua mobil dilaporkan berangkat dari arah Bandara Internasional Incheon.
Park Sang-yeoul, petugas kepolisian di Incheon Seobu, mengatakan, evakuasi mobil yangrusakdilakukansejaksiang dari jembatan di atas laut setinggi 4.400 meter itu. “Lebih dari 100 mobil terlibat dalam kecelakaan ini,” kata Sangyeoul, dikutip AFP. “Pengendara hanya bisa melihat sejauh 10-15 meter,” tambahnya.
Beberapa saksi mengatakan, mereka tidak bisa melihat dengan jelas saat tabrakan terjadi. Namun, mereka mendengar suara tabrakan yang cukup kencang. “Ya, saya mendengar suara tabrakan beberapa kali hingga akhirnya belakang mobil saya tertabrak juga. Saya dapat merasakan mobil saya berputar. Saya pingsan,” kata sopir taksi Yoo Sang-Young. Saksi lain juga mengatakan sulit melihat ke depan.
Mereka tidak tahu dengan jelas ada bahaya mengancam di depan mata. “Asap kabut ini membatasi jarak pandang saya. Saya bahkan sudah berjalan dengan kecepatan rendah, tapi tetap saja saya tak sempat mengerem,” tuturnya.
Juru bicara Bandara Internasional Incheon Cho Sang-hyun mengatakan, kabut tebal juga memaksa 18 penerbangan ditunda. Pada 2006 sekitar 29 mobil juga pernah mengalami tabrakan beruntun akibat kabut tebal di jembatan lain di Korsel. Sedikitnya 11 orang meninggal dan lebih dari 50 orang luka-luka.
Muh shamil
Penyebab kecelakaan diduga kuat adalah kabut asap yang tebal dan jalan yang licin setelah lokasi kejadian diguyur hujan. Sebagian besar korban merupakan warga Korsel, termasuk dua orang yang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Menurut kepolisian setempat, lima korban selamat yang sudah diidentifikasi merupakan warga negara asing (WNA). Namun, polisi tidak menyebutkan kondisi lima korban tersebut.
Berdasarkan laporan media Korea, beberapa WNA asal China, Thailand, Vietnam, Jepang, Rusia, Bangladesh, dan Swiss masuk dalam daftar 65 korban luka-luka. Jumlah korban luka-luka masih bisa bertambah sebab sampai berita ini diturunkan polisi masih mengevakuasi sisa korban dan kendaraan. Kecelakaan terjadi pada pukul 09.30 waktu setempat di atas jembatan panjang yang menghubungkan Seoul dengan Bandara Internasional Incheon.
Pada pagi hari situasi di jembatan itu cukup berbahaya dan riskan. Kabut tebal yang menyelimuti sebagian wilayah Incheon membatasi jarak pandang sekitar 15 meter. Polisi masih menyelidiki kasus ini. Mereka memperkirakan kecelakaan diawali sebuah bus yang menabrak bagian belakang mobil. Tabrakan beruntun sulit dihindarkan karena saat itu situasi lalu lintas cukup padat. Semua mobil dilaporkan berangkat dari arah Bandara Internasional Incheon.
Park Sang-yeoul, petugas kepolisian di Incheon Seobu, mengatakan, evakuasi mobil yangrusakdilakukansejaksiang dari jembatan di atas laut setinggi 4.400 meter itu. “Lebih dari 100 mobil terlibat dalam kecelakaan ini,” kata Sangyeoul, dikutip AFP. “Pengendara hanya bisa melihat sejauh 10-15 meter,” tambahnya.
Beberapa saksi mengatakan, mereka tidak bisa melihat dengan jelas saat tabrakan terjadi. Namun, mereka mendengar suara tabrakan yang cukup kencang. “Ya, saya mendengar suara tabrakan beberapa kali hingga akhirnya belakang mobil saya tertabrak juga. Saya dapat merasakan mobil saya berputar. Saya pingsan,” kata sopir taksi Yoo Sang-Young. Saksi lain juga mengatakan sulit melihat ke depan.
Mereka tidak tahu dengan jelas ada bahaya mengancam di depan mata. “Asap kabut ini membatasi jarak pandang saya. Saya bahkan sudah berjalan dengan kecepatan rendah, tapi tetap saja saya tak sempat mengerem,” tuturnya.
Juru bicara Bandara Internasional Incheon Cho Sang-hyun mengatakan, kabut tebal juga memaksa 18 penerbangan ditunda. Pada 2006 sekitar 29 mobil juga pernah mengalami tabrakan beruntun akibat kabut tebal di jembatan lain di Korsel. Sedikitnya 11 orang meninggal dan lebih dari 50 orang luka-luka.
Muh shamil
(ars)