DPR Bantah Pilkada Serentak Diundur karena Golkar & PPP
Rabu, 11 Februari 2015 - 17:20 WIB
DPR Bantah Pilkada Serentak Diundur karena Golkar & PPP
A
A
A
JAKARTA - Komisi II DPR berencana mengundurkan waktu pelaksanaan pilkada serentak menjadi tahun 2016 yang semula akan dilakukan pada tahun ini.
Anggota Komisi II Abdul Malik Haramain membantah, jika pengunduran waktu ini karena menunggu dualisme kepemimpinan di Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tuntas.
"Kami kemarin diskusi sama sekali tidak menyentuh masalah itu," kata Malik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2015).
Malik menegaskan, tidak ada kaitannya pengunduran waktu pilkada serentak dengan penyelesaian dualisme dari dua partai politik itu.
"Karena pada akhirnya KPU (Komisi Pemilihan Umum) kembali pada hasil pengadilan," ucapnya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, pertimbangan rencana pengunduran waktu pilkada serentak lantaran bisa memberi kesempatan KPU untuk mempersiapkan lebih matang pelaksanaan pilkada serentak.
"Yang jadi pertimbangan kami itu pertama, KPU sebetulnya lebih aman dan nyaman 2016 mulai (pilkada serentak), karena dia punya persiapan lebih panjang. Lalu kedua parpol lebih siap," pungkasnya.
Anggota Komisi II Abdul Malik Haramain membantah, jika pengunduran waktu ini karena menunggu dualisme kepemimpinan di Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tuntas.
"Kami kemarin diskusi sama sekali tidak menyentuh masalah itu," kata Malik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2015).
Malik menegaskan, tidak ada kaitannya pengunduran waktu pilkada serentak dengan penyelesaian dualisme dari dua partai politik itu.
"Karena pada akhirnya KPU (Komisi Pemilihan Umum) kembali pada hasil pengadilan," ucapnya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, pertimbangan rencana pengunduran waktu pilkada serentak lantaran bisa memberi kesempatan KPU untuk mempersiapkan lebih matang pelaksanaan pilkada serentak.
"Yang jadi pertimbangan kami itu pertama, KPU sebetulnya lebih aman dan nyaman 2016 mulai (pilkada serentak), karena dia punya persiapan lebih panjang. Lalu kedua parpol lebih siap," pungkasnya.
(maf)