Kabinet Diserang, Jokowi Akan Berubah Jadi Independen
Jum'at, 06 Februari 2015 - 15:38 WIB
Kabinet Diserang, Jokowi Akan Berubah Jadi Independen
A
A
A
JAKARTA - Hubungan di internal pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepertinya sedang kurang harmonis.
Setidaknya kondisi itu terlihat dari sikap sejumlah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kerap mengkritik orang-orang di sekitar Jokowi. Padahal, PDIP merupakan partai pendukung utama Jokowi.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio menilai situasi itu menunjukkan PDIP menilai orang dekat Jokowi bermasalah.
Kritikan dari sejumlah politikus PDIP, lanjut dia, bisa menjadi sinyalemen agar Jokowi merombak kabinet. "Yaitu adanya perombakan kabinet dengan menambah jumlah orang PDIP dalam kabinet yang baru," tutur Agung.
Kendati begitu, Agung yakin Jokowi bukan sosok yang polos. Jokowi tentu mendapatkan banyak masukan dari orang sekitarnya yang sebagian adalah kalangan intelektual non partai politik.
"Saat ini Jokowi telah bermetamorfosis menjadi politisi yang independen," tandasnya.
Sekadar informasi, belakangan ini sejumlah politikus PDIP mengkritik beberapa jajaran kabinet kerja Jokowi-JK. Sebut saja Effendi Simbolon yang menilai Sekretaris Kebinet (Seskab) Andi Widjajanto sebagai penghianat.
Kemudian, politikus Senior PDIP Pramono Anung menyarankan agar menteri dalam Kabinet Kerja tidak mengeluarkan pernyataan ke media mengenai konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri.
Pramono menilai pernyataan menteri Kabinet Kerja mengenai persoalan itu justru menambah kegaduhan.
Pernyataan Pramono itu menyindir Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang mengatakan sangat indah jika Budi Gunawan memiliki inisiatif mundur dari calon Kapolri.
Kemudian politikus PDIP Masinton Pasaribu yang meminta agar Presiden Jokowi mengevaluasi keberadaan Rini Mariani Soemarno dan Andi Widjajanto.
Bahkan, Masinton menuding Rini Soemarno dan Andi Widjajanto di balik permasalahan menjauhnya Jokowi dari PDIP belakangan ini.
Setidaknya kondisi itu terlihat dari sikap sejumlah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kerap mengkritik orang-orang di sekitar Jokowi. Padahal, PDIP merupakan partai pendukung utama Jokowi.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio menilai situasi itu menunjukkan PDIP menilai orang dekat Jokowi bermasalah.
Kritikan dari sejumlah politikus PDIP, lanjut dia, bisa menjadi sinyalemen agar Jokowi merombak kabinet. "Yaitu adanya perombakan kabinet dengan menambah jumlah orang PDIP dalam kabinet yang baru," tutur Agung.
Kendati begitu, Agung yakin Jokowi bukan sosok yang polos. Jokowi tentu mendapatkan banyak masukan dari orang sekitarnya yang sebagian adalah kalangan intelektual non partai politik.
"Saat ini Jokowi telah bermetamorfosis menjadi politisi yang independen," tandasnya.
Sekadar informasi, belakangan ini sejumlah politikus PDIP mengkritik beberapa jajaran kabinet kerja Jokowi-JK. Sebut saja Effendi Simbolon yang menilai Sekretaris Kebinet (Seskab) Andi Widjajanto sebagai penghianat.
Kemudian, politikus Senior PDIP Pramono Anung menyarankan agar menteri dalam Kabinet Kerja tidak mengeluarkan pernyataan ke media mengenai konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri.
Pramono menilai pernyataan menteri Kabinet Kerja mengenai persoalan itu justru menambah kegaduhan.
Pernyataan Pramono itu menyindir Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang mengatakan sangat indah jika Budi Gunawan memiliki inisiatif mundur dari calon Kapolri.
Kemudian politikus PDIP Masinton Pasaribu yang meminta agar Presiden Jokowi mengevaluasi keberadaan Rini Mariani Soemarno dan Andi Widjajanto.
Bahkan, Masinton menuding Rini Soemarno dan Andi Widjajanto di balik permasalahan menjauhnya Jokowi dari PDIP belakangan ini.
(dam)