Kompolnas Akan Serahkan Calon Kapolri Alternatif ke Jokowi
Jum'at, 06 Februari 2015 - 14:56 WIB
Kompolnas Akan Serahkan Calon Kapolri Alternatif ke Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) masih menyaring sejumlah nama perwira tinggi Polri jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mengganti Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri.
Menurut Anggota Kompolnas Edi Hasibuan, nama-nama tersebut nantinya akan diputuskan presiden mana yang lebih tepat menggantikan Budi Gunawan.
"Jangan berandai-andai (batal). Tunggu keputusan presiden. Saya kira kita bisa memahami keputusan presiden nantinya," Ujar Edi di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/2/2015).
Sementara itu, kedatangan Kompolnas ke Mabes Polri diakuinya untuk mendengarkan masukan dari Plt Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti. Termasuk mendengarkan masukan dari sejumlah perwira bintang tiga Polri yang ditetapkan memenuhi kriteria menjadi calon Kapolri.
"Semakin banyak masukan semakin baik. Kami ingin situasi saat ini kondusif," ucapnya.
Edi Hasibuan menambahkan, pihaknya sudah mengantongi sebanyak lima nama calon Kapolri yang segera diusulkan ke Presiden Jokowi. Namun, dari lima tersebut masih bisa bertambah dan belum mengerucut ke sejumlah nama.
Menurut Anggota Kompolnas Edi Hasibuan, nama-nama tersebut nantinya akan diputuskan presiden mana yang lebih tepat menggantikan Budi Gunawan.
"Jangan berandai-andai (batal). Tunggu keputusan presiden. Saya kira kita bisa memahami keputusan presiden nantinya," Ujar Edi di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/2/2015).
Sementara itu, kedatangan Kompolnas ke Mabes Polri diakuinya untuk mendengarkan masukan dari Plt Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti. Termasuk mendengarkan masukan dari sejumlah perwira bintang tiga Polri yang ditetapkan memenuhi kriteria menjadi calon Kapolri.
"Semakin banyak masukan semakin baik. Kami ingin situasi saat ini kondusif," ucapnya.
Edi Hasibuan menambahkan, pihaknya sudah mengantongi sebanyak lima nama calon Kapolri yang segera diusulkan ke Presiden Jokowi. Namun, dari lima tersebut masih bisa bertambah dan belum mengerucut ke sejumlah nama.
(kri)