Jokowi Kirim Sinyal Agar KIH Tak Terlampau Intervensi
Jum'at, 06 Februari 2015 - 08:50 WIB
Jokowi Kirim Sinyal Agar KIH Tak Terlampau Intervensi
A
A
A
JAKARTA - Manuver Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang notabene bukan bagian dari pemerintahan, cukup mengejutkan banyak pihak.
Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung di tengah polemik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
"Iya itu juga Jokowi mau memberikan sinyal kepada kubu KIH (Koalisi Indonesia Hebat), terutama kepada Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri) dan Surya Paloh," kata pengamat sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun saat dihubungi Sindonews, Jumat (6/2/2015).
Menurut Ubedilah, Jokowi ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa memberikan sinyal perlawanan, bahwa dirinya tak mudah untuk diintervensi terutama dari partai politik koalisi.
"Kalau mereka kemudian tidak mengikuti keinginan Jokowi, maka Jokowi mungkin saja berpindah haluan. Itu seakan memberikan sinyal atau warning terhadap PDIP dan Nasdem," pungkasnya.
Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung di tengah polemik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
"Iya itu juga Jokowi mau memberikan sinyal kepada kubu KIH (Koalisi Indonesia Hebat), terutama kepada Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri) dan Surya Paloh," kata pengamat sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun saat dihubungi Sindonews, Jumat (6/2/2015).
Menurut Ubedilah, Jokowi ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa memberikan sinyal perlawanan, bahwa dirinya tak mudah untuk diintervensi terutama dari partai politik koalisi.
"Kalau mereka kemudian tidak mengikuti keinginan Jokowi, maka Jokowi mungkin saja berpindah haluan. Itu seakan memberikan sinyal atau warning terhadap PDIP dan Nasdem," pungkasnya.
(maf)